Menelisik Sosok KMC Komando, Kapal Cepat Milik Angkatan Darat

ANGKASAREVIEW.COM – Tak melulu dilengkapi wahana alutsista darat berupa berbagai tipe rantis, panser atau tank, Angkatan Darat juga memiliki dan menggunakan wahana air sebagai sarana angkut dan penyebaran perbekalan dalam menjalankan tugas dan operasi hariannya.

Seperti contohnya kapal motor cepat (KMC) Komando bernomer lambung AD-16-05 milik Kodam Jaya yang terkena musibah Senin (12/3/2018) lalu. Kapal tersebut tenggelam di laut wilayah kepulauan Seribu, Jakarta.

Berkisah mengenai KMC Komando, kapal ini merupakan hasil litbang TNI AD khususnya prajurit dari Direktorat Pembekalan dan Angkutan (Ditbekang) yang berkolaborasi dengan para ahli terkait dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang prosesnya sudah dimulai sejak tahun 2013. Selanjutnya kapal cepat yang dinamai ‘Komando’ ini dibangun oleh galangan kapal PT. Tesco Indomaritim (berdiri sejak tahun 1989).

KMC Komando resmi dilincurkan pada tanggal 29 April 2014 oleh Kepala Staf TNI AD (KASAD) masa itu, yakni Jenderal TNI Budiman yang dilaksanakan di pantai ABC (Ancol Beach City) Jakarta Utara. Dalam demonya hari itu, KMC Komando menunjukkan kebolehannya bermanuver lingkaran sempit, berhenti jarak singkat, menurunkan pasukan serta menembakkan senjatanya.

BACA  Uzbekistan Uji Penembakan Sistem Pertahanan Udara FD-2000 Buatan China

Baca Juga:

Mengenal CB90H, Kapal Tempur Bangsa ‘Viking’ yang Mendunia

Ini Kronologis Tenggelamnya KMC AD-16-05 Kodam Jaya di Laut Kepulauan Seribu

Badan kapal dibangun menggunakan bahan alumunium, berdimensi panjang 17,60 m, lebar 4,20 m, tinggi 2,15 m, draft 0,75 m dan berat 23 ton. Digerakkan menggunakan sepasang water jet Hamilton HJ422 yang disokong mesin diesel Caterpillar tipe CAT C12 ACERT yang menghasilkan daya 1.500 hp (2X750). Kecepatan jelajahnya 35 knot (65 km/jam), bisa bermanuver 360 derajat dalam lingkaran kecil dan berhenti mendadak dalam jarak yang pendek.

Kapal buatan pabrik yang berlokasi di Babelan, Bekasi ini didapuk untuk beroperasi di lingkungan muara dan tepian pantai (bukan laut dalam) yang mampu berlayar sejauh 250 nautical mile (463 km). Dalam setiap operasinya kapal ini juga membawa air tawar sebanyak 500 liter disimpan dalam tangki. Kelengkapan standar yang melekat pada KMC Komando yakni marine radar, gyro kompas, GPS, Radio SSB, Radio HT, Ring Bouy dan 2 Life Raft.

Untuk menjalankannya, kapal ini dioperasikan oleh tiga orang awak (ABK) yang bisa membawa 31 orang penumpang. Selain digunakan untuk wahana angkut prajurit dan perbekalannya dalam tugas keseharian, KMC Komando dalam misi perang (operasi amphibi) dapat mengentaskan setengah peleton pasukan bersenjata ke bibir pantai yang menyerbu keluar lewat pintu rampa bagian depan kapal.

BACA  B777 Pertama di Dunia Jadi Koleksi Terbaru Pima Air & Space Museum

Sebagai senjata buat dukungan tembakan atau perlindungan diri tersedia RCWS (Remote Control Weapon System) yang terpasang pada tiang menara di belakang kabin yang dilengkapi senapan mesin Browning M2HB kaliber 12,7 mm, sehingga bisa digunakan untuk menyapu sasaran (musuh) terjauh hingga jarak 2.000 meter.

PT.Tesco Indomaritim sendiri mendapatkan order membangun sebanyak 13 unit KMC Komando. Harga perunitnya dipatok 12 miliar Rupiah lengkap dengan peralatan pendukungnya. Semua KMC Komando telah disebarkan merata ke setiap Kodam yang berada di bawah operasional Ditbekang AD Empat di antaranya telah di BKO-kan ke Kodam Cenderawasih, Kodam Patimura, Kodam Udayana dan Kodam Iskandar Muda. (Rangga Baswara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *