Citilink Lebarkan Sayap ke Industri Ecommerce

ANGKASAREVIEW.COM – Maskapai Citilink kembali membuat gebrakan dengan menggandeng situs jual beli dalam jaringan JD.ID dan Aerofood ACS. Dalam kerja sama ini rencananya Citilink akan menggempur pasar online dengan menjual gantungan kunci dan makanan.

Pihak Citilink sendiri menargetkan akan meraih Rp 10 miliar per bulan hanya dari bisnis pendukung (ancillary revenue). Target ini melonjak tajam ketimbang tahun lalu yang hanya berkisar di angka Rp 1 miliar-Rp2 miliar per bulan.

Baca juga:
Citilink Buka Banyuwangi untuk Penerbangan Internasional
Citilink Rambah ASEAN dengan Rute Jakarta-Penang

Benny Rustanto, Vice President Cargo and Ancillary Citilink meyakinkan, untuk  dapat mencapai target pendapatan dari bisnis nontiket itu salah satu caranya adalah dengan masuk ke perdagangan digital.

BACA  Jerman Hempaskan F-35 dari Kompetisi Pengganti Tornado, Peluang Typhoon dan Super Hornet Terbuka

“Kerja sama dengan JD.ID dan Aerofood ACS ini akan memperluas penetrasi pasar Citilink sehingga bisa mencapai target, ” ujarnya di sela-sela pengenalan Citilink Store, Kamis (23/2/2018).

Benny mengaku, Citilink Store ini merupakan salah satu upaya untuk memudahkan para pelanggan untuk bisa berbelanja dimanapun, baik sebelum penerbangan, maupun setelah terbang dengan Citilink. Dengan menggandeng perusahaan e-commerce, kata Benny, kategori produk dan jenis yang dita warkan semakin banyak.

Untuk mendukung penjualan online ini, Citilink juga akan menyiapkan infrasturkturnya. Salah satu yang dalam waktu dekat ini akan hadir adaah fasilitas Wifi on board. Tujuannya adalah supaya penumpang makin mudah melakukan pembelian dan pembayaran dimanapun.

BACA  Firnas Airways, Maskapai Pertama di Inggris yang Sesuai Syariat

Di sisi lain, Head Marketing JD.ID Demmy Indranugroho mengaku, kehadiran Citilink Store ini merupakan kelanjutan dari rencana kerja sama dengan JD.ID sejak pertengahan tahun lalu.

“Inilah kontribusi nyata kami untuk memberikan nilai tambah terhadap industri penerbangan dan perkembangan industri perdagangan di Indonesia,” ujarnya. (IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *