GMF Janji Tanggung Seluruh Biaya Korban Longsor Bandara

ANGKASAREVIEW.COM – Perusahaan perawatan pesawat Garuda Maintenance Facility (GMF) Aeroasia menyatakan akan menanggung seluruh biaya perawatan dari korban longsong di underpass Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Tangerang. Korban yang masih selamat bernama Mutmainah Syamsuddin (24).

Selain Mutmainah, dalam insiden longsong bandara tersebut juga tercatat satu korban meninggal dunia atas nama Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri. Untuk korban meninggal ini GMF menyatakan akan menanggung seluruh biaya pemakaman dan memberikan santunan kepada keluarga korban.

Baca juga:
Selesaikan Uji Coba Final, KA Bandara Soekarno-Hatta Resmi Beroperasi
AirAsia Siap Operasional Penerbangan dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta

“Kami, manajemen GMF sangat berduka. Kami akan mengurus semuanya, mulai dari proses di rumah sakit hingga pemakaman,” kata Iwan Joeniarto, Direktur Utama GMF  di Singapura, Selasa (6/2).

Kedua korban longsor di kawasan perimeter selatan, Bandara Soekarno Hatta  itu tercatat sebagai karyawan GMF Aeroasia. Menurut Iwan, Dianti merupakan karyawan tetap GMF, sedangkan Mutmainah tercatat sebagai karyawan outsourcing. Kedua korban baru berhasil ditemukan tim evakuasi setelah belasan jam terkurung longsor.

Menurut laporan, Dianti masih hidup saat ditemukan pukul 03.00 WIB. Ia dilarikan ke RSUD Tangerang. Setelah tiga jam dirawat, pihak rumah sakit merujuknya ke RS Mayapada. Namun sayang, kondisinya tak membaik hingga Dianti menghembuskan napas terakhir pada pukul 06.47 WIB.

Mutmainah, korban longsor yang selamat justru baru ditemukan pada pukul 07.05 WIB. Ia langsung dilarikan ke RS Siloam Karawaci dan hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif.

Jenazah Dianti sendiri saat ini disemayamkan di rumah keluarga di kawasan Serang, Banten.

Seperti diketahui, longsor di terowongan tempat perlintasan kereta api Bandara Soekarno Hatta ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. selain dua korban, longsor juga mengakibatkan satu mobil jenis Honda Brio tertimbun.

Atas kejadian ini, operator kereta bandara memutuskan untuk menghentikan sementara operasional kereta listrik bandara demi keselamatan penumpang. (IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *