Bangun Bandara Wiriadinata, Ditjen Hubud Siapkan Anggaran Rp 30 Miliar

ANGKASAREVIEW.COM – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan kembali melakukan beberapa pekerjaan pembangunan konstruksi di Bandara Wiriadinata, Tasikmalaya pada tahun 2018 ini dan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 30 Miliar.

Dana anggaran tersebut masuk dalam DIPA Kantor UPBU Cakrabhuwana, Cirebon, mengingat Bandara Wiriadinata masih setingkat satuan pelaksana di bawah Bandara tersebut.

Pekerjaan besar yang akan dilaksanakan adalah kelanjutan perpanjangan landas pacu 200 m x 30 m (termsuk box culvert, strip dan resa), sehingga total landas pacu Bandar Udara Wiriadinata menjadi 1600 m x 30 m.

Dalam keterangan tertulisnya yang Angkasa Review terima, Jumat (26/1/2018), Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso menyatakan bahwa pembangunan tersebut merupakan rencana aksi untuk menyikapi kebutuhan masyarakat Parahiangan Timur dan Selatan akan perkembangan Bandara Wiriadinata yang terus meningkat. Selain itu, hal ini juga untuk mengembangkan konektivitas jalur udara di wilayah selatan Pulau Jawa dan meningkatkan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan.

BACA  Mengenal Komodo Berkulit Baja dari Bandung (Bagian 2 - Evolusi Sang Reptil Purba)

Baca Juga: Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, AirNav Optimalkan Jalur Penerbangan Selatan Jawa

“Sejak dibuka oleh Presiden Joko Widodo menjadi bandara komersial pada awal Juli tahun 2017 lalu, Bandara Wiriadinata berkembang pesat dan berhasil ikut mengembangkan perekonomian daerah sekitar. Untuk itu, kami sebagai regulator penerbangan nasional mengapresiasi dan berterimaksih pada pihak-pihak yang mendukung, yaitu TNI AU, AirNav Indonesia, Pemkot Tasikmalaya, maskapai Wings Air dan masyarakat setempat,” tutur Agus.

Mengutip data yang diterimanya dari Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Tasikmalaya, Agus mengatakan bahwa keberadaan Bandara Wiriadinata ikut menumbuhkan perekonomian Tasikmalaya yang mencapai 6,7 persen pada tahun 2017 lalu.

Dari sisi komersial, tingkat keterisian pesawat ATR 72-500 yang dioperasikan maskapai Wings Air di bandara ini sudah mencapai 80 persen. Angka ini bukan dikarenakan tidak penuh, namun karena keterbatasan panjang landasan sehingga pesawat tidak diizinkan memuat penuh penumpang.

BACA  Pindad mulai laksanakan produksi massal tank Harimau

Pada tahun 2018 ini juga akan ada beberapa pekerjaan yang dilakukan di Bandara Wiriadinata selain perpanjangan runway, yakkni pembuatan taxiway 23 m x 75 m dan apron 80 m x 100 m; pembangunan gedung terminal 1.000 m2; pembuatan jalan akses ke terminal dan lahan parkir 2.500 m2; serta pekerjaan pengawasan pengembangan bandara.

Baca Juga: Dirjen Hubud Harapkan Operator BIJB Dapat Mempercepat Pengoperasian Bandara

Pada tahun 2017, bandara ini telah mengalami perpanjangan landas pacu sepanjang 200 m x 30 m; pekerjaan levelling runway; penyempurnaan runway strip; pengadaan dan pemasangan AFL serta catu daya listrik; pekerjaan pengadaan dan pemasangan pagar pengaman bandara (350 m); pembangunan power house (120 m2); dan  pembuatan building sign bandara dengan pagu anggaran tahun 2017 sebesar Rp 20 miliar. FERY SETIAWAN

BACA  Kemenhub dan TNI AU berkoordinasi siapkan bandara baru penunjang IKN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *