Sambut Musim Puncak Penerbangan, Ini Pelayanan yang Disiapkan Bandara Halim

ANGKASAREVIEW.COM – Menyambut musim puncak pergerakan penumpang jasa transportasi udara yang diperkirakan akan jatuh pada tanggal 22-24 Desember 2017, Bandara Internasional Halim Perdanakusuma telah berbenah diri dan menyiapkan berbagai pelayanan untuk memberikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan bagi kepada para calon penumpang pesawat udara.

Untuk mencapai level of service, General Manager Bandara Internasional Halim Perdanakusuma Abdul Rasyid telah berkoordinasi dengan berbagai unsur seperti Lanud Halim Perdanakusuma, Kepolisian, Dinas Perhubungan, AirNav Indonesia, maskapai dan CIQ (custom, immigration, quarantine) untuk mematangkan kesiapsiagaan pelayanan penerbangan di musim libur natal 2017 dan tahun baru 2018.

“Infrastruktur sangat menjadi perhatian kami. Pertama, kondisi di terminal sendiri terlihatkan kami mulai berbenah. Bangunan memang bangunan lama tapi kita renovasi, kemudian juga fasilitas-fasilitas untuk mendukung perjalanan penumpang kita sediakan, seperti ada tenant dan kebutuhan-kebutuhan perjalanan (makanan khusunya) ada di sini,” papar Rasyid saat ditemui Angkasa Review di kantornya, Jum’at (15/12/2017).

Bandara ini juga memberikan layanan yang memudahkan calon penumpang untuk melakukan konfirmasi tiket dengan adanya customer service dan self check in yang terdiri dari 12 konter.

BACA  IAR 330L SOCAT, Drakula Sayap Putar dari Rumania

Telah disiapkan juga skema akses jalan dua pintu untuk mengantisipasi penumpukan antrean calon penumpang ketika melakukan check in. “Jadi ada satu pintu akses yang digunakan bagi penumpang yang tanpa bagasi. Jadi dia check in sendiri, masuk ke jalur itu, masuk ke  x-ray, setelah itu masuk boarding lounge,” jelasnya.

Dua area boarding lounge atau ruang tunggu yang terdapat di Bandara Halim pun telah diperluas. Masing-masing tambahkan masing-masing 600m2 , sehingga total luas kedua area ruang tunggu bandara ini kini menjadi 1.200m2.

Tak hanya itu, posko untuk melayani para penumpang pun tengah disiapkan dan akan siap beroperasi mulai 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018. Tak hanya memberikan pelayanan untuk memberikan informasi, posko ini pun akan membuka layanan kesehatan bagi para penumpang.

BACA  A350 pertama pesanan Aeroflot mengudara perdana

“Kemudian layanan kesehatan, nanti kita sediakan juga ambulan di depan dan petugas-petugas kita siapkan di situ. Mana kala dia (penumpang) mungkin membutuhkan.  Mungkin dalam perjalanan dia terganggu kesehatannya,” ungkap rasyid.

Dengan adanya peningkatan layanan, personel yang bertugaspun ditingkatkan kesiagaannya dengan memberlakukan jadwal tiga shift. Kemudian secara perlahan akan ada penambahan beberapa petugas dari pusat (Angkasa Pura II) yang akan ditempatkan di beberapa titik, khususnya untuk petugas pengamanan.

“Dan kita mendapat tambahan dari TNI, khususnya TNI AU. Jadi ada tambahan kurang lebih 2 Pleton  untuk backup pengamanan. Tapi apabila dibutuhkan, kita sudah berkoordinasi dengan Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Komandan Paskhas untuk mendeploy pasukannya untuk ikut mengamankan,” imbuhnya.

Kemudian juga, untuk mendukung persiapan musim puncak atau peak season, beberapa agen dari taksi telah beroperasi di sini. Tak kurang dari delapan operator taksi yang telah beroperasi di Bandara Halim. di sini dan kita terangkan untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada penumpang.

BACA  Pilihan Kaum Urban, Tampil Low Profile dengan Maxpedition Entity 23

Untuk parkir pun telah disiapkan area yang cukup luas. Kemudian untuk akses kendaraan yang akan keluar bandara telah disiapkan dua unit exit gate yang bisa menlayani hingga tujuh lajur untuk keluar.

Rasyid pun menghimbau kepada masyarakat agar mengantisipasi atau mempersiapkan lebih dini rencana perjalanan. Calon penumpang disarankan untuk memesan tiket lebih awal dan sekaligus memesan tiket untuk perjalanan kembali, agar perjalanan berangkat dan pulang sudah mendapatkan kepastian tempat duduk.

“Kemudian jaga kesehatan masing-masing. Kalau memang kondisi benar-benar tidak fit, upayakan sehat dulu baru berangkat. Jangan umpamanya kurang fit terus memaksakan diri, walaupun fasilitas dukungan (kesehatan) kita siapkan di sini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *