Ketegangan dengan Pakistan meningkat, India resmikan landasan udara 3,5 km di jalan tol untuk operasional jet-jet tempur dan pesawat lainnya
IAF AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara India (IAF) pada 2 Mei telah meresmikan landasan udara sepanjang 3,5 km yang dibangun di Jalan Tol Ganga di distrik Shahjahanpur, Uttar Pradesh berjarak 300 km dari LAC,
Ini adalah landasan pacu pinggir jalan pertama di India yang dilengkapi untuk pendaratan jet tempur siang dan malam dengan sistem pencahayaan dan navigasi canggih yang dipasang di sana.
Seiring dengan peresmian, landasan untuk seluruh pesawat militer India tersebut diuji coba melalui latihan operasional pada siang dan malam hari.
Dalam uji coba tersebut, hampir semua pesawat IAF, mulai dari jet tempur, pesawat angkut, hingga helikopter melakukan pendaratan dan lepas landas di landasan tersebut.
Peresmian landasan udara di jalan tol dilakukan India seiring meningkatnya ketegangan dengan Pakistan.
Landasan udara ini merupakan bagian dari jalan tol Ganga sepanjang 594 kilometer yang menghubungkan Meerut dengan Prayagraj.
India sebelumnya telah membangun landasan udara lain di jalan tol Agra-Lucknow, Purvanchal, dan Bundelkhand.
Namun, landasan udara terbaru di jalan tol ini adalah yang pertama dapat mendukung operasi malam hari dan sesuai standar baru dalam integrasi infrastruktur sipil-militer.
Landasan dibangun dengan material yang dapat menahan beban dan tekanan pesawat militer yang berat.
Landasan tersebut dilengkapi dengan lampu pendekatan presisi, perkerasan yang diperkuat, dan teknologi Sistem Pendaratan Instrumen (ILS) CAT II untuk memastikan operasi yang aman dalam kondisi jarak pandang rendah atau malam hari.
Dalam latihan ini dikerahkan pesawat tempur Rafale, Sukhoi Su-30 MKI, Mirage-2000, MiG-29, Jaguar, C-130J Super Hercules, pesawat angkut AN-32, dan helikopter MI-17 V5.
Rekaman video dari lokasi latihan memperlihatkan pesawat-pesawat IAF melakukan penerbangan melintasi jalan tol tersebut. Latihan ini juga sekaligus untuk membuktikan kelayakan jalan tol tersebut sebagai landasan pacu alternatif jika terjadi perang atau keadaan darurat nasional.
Untuk memastikan keamanan dan pengendalian massa selama latihan, India memasang 250 kamera CCTV di kedua sisi landasan. (RNS)

