Setelah terkatung-katung selama tujuh tahun, Kapal Tempur Littoral Malaysia pertama akan dikirimkan pada Agustus 2026

LCS 1 Maharaja LelaNaval News

AIRSPACE REVIEW – Kapal Tempur Littoral Angkatan Laut Kerajaan Malaysia, LCS 1 Maharaja Lela, telah diluncurkan ke air pada 23 Mei 2024 lalu dari Galangan Kapal Angkatan Laut Lumut (LUNAS).

Setelah peluncuran tersebut, konstruksi akan dilanjutkan dengan pemasangan peralatan dan integrasi sistem.

Setelah itu kapal akan menjalani Harbour Acceptance Test (HAT) dan Sea Acceptance Trial (SAT) akhir tahun 2024 ini.

Proyek LCS ini dimulai pada tahun 2011, dengan memilih korvet kelas Gowind yang dirancang oleh Naval Group (sebelumnya DCNS) dari Prancis. Kapal tersebut sebelumnya dibangun oleh Boustead Naval Shipyard (BNS) di Lumut, Malaysia.

Kapal pertama, KD Maharaja Lela, diluncurkan pada Agustus 2017. Namun proyek tersebut menghadapi penundaan yang signifikan dan pembengkakan biaya akibat kesalahan manajemen keuangan dan kontroversi pengadaan. Akhirnya, pembangunan kapal LCS pertama tersebut dihentikan pada tahun 2019.

Selanjutnya setelah terkatung-katung selama tujuh tahun, pada Pameran Maritim dan Dirgantara Internasional Langkawi 2023, Angkatan Laut Kerajaan Malaysia mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kontrak baru untuk memulai kembali pekerjaan pada program LCS tersebut.

Namun kontrak baru itu menyebut pengurangan jumlah kapal yang dipesan, dari enam menjadi lima unit. Ditargetkan kapal pertama LCS 1 Maharaja Lela akan dikirimkan Agustus 2026, menyusul empat kapal lainnya hingga tahun 2029.

Kapal kelas Maharaja Lela ini menawarkan fitur siluman canggih, dengan penampang radar dan tanda akustik yang kecil, serta jejak inframerah dan magnetik yang rendah.

Kapal drancang untuk melakukan berbagai peran termasuk patroli, pengawasan, dan misi perang antipermukaan, antikapal selam, dan antiudara.

Untuk spesifikasinya, kapal kelas Maharaja Lela berbobot 3.100 ton, berukuran panjang 111 m, dan dapat mencapai kecepatan tertinggi hingga 28 knot.

Kapal dilengkapi dengan sistem persenjataan termasuk meriam laut BAE Systems Mk3 kaliber 57 mm, sistem peluncuran vertikal Sylver untuk rudal permukaan ke udara, dan rudal antikapal Kongsberg. -RBS-

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *