Angkatan Laut Turki menerima drone Aksungur pertamanya

Drone AksungurTA

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Angkatan Laut Turki pada Rabu, 20 Oktober, menerima drone Aksungur pertamanya dari Industri Kedirgantaraan Turki (TA). Hal ini diwartakan oleh Daily Sabah.

Aksungur adalah kendaraan udara tak berawak berkemampuan intai serang (UCAV) yang masuk dalam kelas MALE (Medium Altitude Long Endurance).

Ini adalah drone terbesar yang dikembangkan oleh Turkish Aersoapace. Sebelumnya TA telah membuat versi yang sedikit lebih kecil bermesin tunggal Anka-B.

Aksungur mulai menjalani penerbangan perdananya tahun 2019, dan pada Agustus 2021 telah mencapai 1.000 jam terbang.

Aksungur dapat diandalkan untuk misi pengawasan jangka panjang, sinyal intelijen, misi patroli maritim, atau sebagai kendaraan udara serang tak berawak.

Pesawat nirawak ini memiliki panjang 12 m, rentang sayap 24 m dan tinggi 3 m. Didukung oleh dua mesin diesel PD-170 yang dikembangkan oleh Tusaş Engine Industries (TEI), dilengkapi dengan baling-baling tiga bilah.

Kecepatan maksimum Aksungur mencapai 180 km/jam, ketinggian terbang hingga 11.000 m dengan muatan 150 kg atau 7.600 m bermuatan 750 kg. Dengan durasi terbang maksimum 24 jam.

Sebagai drone serang, Aksungur dapat dipersenjatai bom berpemandu TEBER-81/82, LUMTAS, MAM-L, Roketsan Cirit, MAM-C, HGK-3, dan KGK 82.

Sebelum mendapatkan Aksungur, Angkatan Laut Turki sudah memiliki dua drone Anka dalam inventarisnya, yang diterima pada Februari 2021 dari TA.

RBS

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *