AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Sejumlah jet tempur dari negara-negara Eropa ‘mengepung’ penerbangan dua Tu-160 Blackjack milik Angkatan Kedirgantaraan Rusia. Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu, 29 April 2020, mengatakan, dua pembom Tu-160 saat itu tengah melaksanakan penerbangan patroli rutin jarak jauh. Penerbangan dilaksanakan selama delapan jam.
Dua Tu-160 terbang di atas perairan Laut Balitk. Tiba-tiba sejumlah jet tempur negara-negara Eropa datang memberikan pengawalan.
“Dua pembom strategis Tu-160 milik Angkatan Kedirgantaran Rusia telah melaksanakan penerbangan rutin di atas perairan netral di Laut Baltik. Pada saat itu sejumlah jet tempur datang mendekat, terdiri dari F/A-18 Angkatan Udara Finlandia, F-16 Angkatan Udara Denmark, F-16 Angkatan Udara Polandia, dan JAS 39 Gripen Angkatan Udara Swedia,” ujar kementerian seperti diberitakan TASS.
Tu-160 merupakan pembom strategis jarak jauh supersonik. Pesawat ini memiliki sayap yang dapat ditekuk ke belakang (variable-sweep wing) untuk bisa terbang pada kecepatan Mach 2+.
Pesawat dengan bobot terbang maksimum 270 ton ini dapat membawa 12 rudal jelajah jarak jauh berhulu ledak nuklir.
Prototipe Tu-160 terbang perdana pada 18 Desember 1981. Pembom ini mulai digunakan oleh Angkatan Udara Uni Soviet pada April 1987.
Sebanyak 39 unit Tu-160 berhasil dibuat oleh Kazan Aircraft Production Association (KAPO).
Sejumlah Tu-160 telah menjalani program modernisasi. Pesawat pertama hasil modernisasi, Tu-160M telah diserahkan kepada Angkatan Udara Rusia pada 2014.
Roni Sontani

