Kisah 51 Tahun Pengabdian Berakhir, USS Enterprise Jalani Pelayaran Terakhir Sebelum Dibongkar Total di Alabama

USS Enterprise CVN-65HII
USS Enterprise CVN-65.

AIRSPACE REVIEW – Kapal induk bertenaga nuklir pertama di dunia, USS Enterprise (CVN-65), telah resmi memulai pelayaran terakhirnya pada tanggal 2 November 2026. Kapal legendaris yang dijuluki Big E tersebut meninggalkan galangan kapal Newport News Shipbuilding di Virginia dengan cara ditarik oleh kapal pendukung, menuju Mobile, Alabama, untuk menjalani proses pembongkaran. Peristiwa ini menandai akhir dari pengabdian panjang selama 51 tahun dan menjadi langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Angkatan Laut Amerika Serikat dalam memensiunkan salah satu kapal paling ikonik dalam sejarah mereka.

Diresmikan pertama kali pada tanggal 25 November 1961, USS Enterprise beroperasi hingga tahun 2012 dan terlibat dalam berbagai peristiwa militer penting, mulai dari berbagai fase Perang Dingin, Perang Vietnam, hingga operasi militer di Afghanistan dan Irak.

Dengan panjang mencapai 342 meter dan bobot hampir 94.000 ton, kapal ini memiliki konfigurasi unik berupa delapan reaktor nuklir Westinghouse A2W yang memasok daya ke sistem propulsinya, memungkinkan operasi jarak jauh tanpa pengisian bahan bakar konvensional.

Operasi Sea Orbit

Salah satu catatan paling bersejarahnya terjadi pada tahun 1964 melalui Operasi Sea Orbit, di mana kapal ini memimpin gugus tugas serba nuklir pertama yang mengelilingi dunia sejauh 30.000 mil laut selama 65 hari tanpa mengisi bahan bakar.

Keterlibatan awal USS Enterprise dalam krisis global bermula hanya beberapa bulan setelah penugasan resminya, ketika kapal induk ini dikerahkan langsung dalam Krisis Rudal Kuba pada Oktober 1962. Sebagai bagian dari armada penyerang Angkatan Laut AS, Big E memimpin blokade maritim untuk mencegah pengiriman rudal balistik Uni Soviet ke Kuba, sekaligus memperlihatkan efektivitas awal pergelaran daya tempur berbasis propulsi nuklir dalam situasi ketegangan pertempuran nyata.

Dua tahun setelah keberhasilan Operasi Sea Orbit, USS Enterprise mencatatkan sejarah baru sebagai kapal induk bertenaga nuklir pertama yang terlibat langsung dalam pertempuran udara ke darat selama Perang Vietnam. Beroperasi di wilayah perairan yang dikenal sebagai Yankee Station di Teluk Tonkin, skuadron penerbangannya menerbangkan puluhan ribu misi tempur dan mendukung operasi serang udara
Angkatan Laut AS secara konsisten di kawasan Asia Tenggara.

Selain rekor operasionalnya yang gemilang, perjalanan sejarah USS Enterprise juga diuji oleh insiden kecelakaan fatal pada 14 Januari 1969. Sebuah roket Zuni yang terpasang di bawah sayap pesawat tempur F-4 Phantom meledak secara tidak sengaja di atas dek penerbangan akibat terpapar panas gas buang peralatan pendukung, memicu ledakan beruntun armada pesawat dan amunisi yang menewaskan 28 awak kapal serta melukai ratusan lainnya sebelum akhirnya berhasil dipadamkan dan diperbaiki total.

Kemegahan pada Zamannya

Dari segi rancang bangun dan kapasitas teknis, USS Enterprise dibangun dengan skala kemegahan rekayasa yang sangat masif pada zamannya. Kapal induk ini mengintegrasikan dek penerbangan seluas 4,5 acre, sistem perpipaan dan saluran ventilasi sepanjang 60 kilometer, serta kabel listrik yang membentang lebih dari 1.000 kilometer di seluruh 3.500 kompartemen internalnya, menjadikannya kapal perang sepanjang 342 meter yang pernah mendominasi lautan.

Setelah dinonaktifkan pada Desember 2012 dan dipensiunkan pada Februari 2017, kapal ini harus menunggu proses panjang sebelum akhirnya dipindahkan ke Alabama. Pemindahan bahan bakar nuklirnya telah rampung pada tahun 2017, namun kompleksitas sistem di dalamnya membutuhkan perencanaan yang matang.

Proses pembongkaran komersial ini dipercayakan kepada NorthStar Maritime Dismantlement Services dengan nilai kontrak sekitar 418,5 juta USD (sekitar Rp 6,6 triliun) dan ditargetkan selesai pada tahun 2030. Pekerjaan tersebut mencakup pemisahan komponen, daur ulang sekitar 35.000 ton baja, serta penanganan limbah radioaktif ke fasilitas khusus, yang nantinya akan menjadi tolok ukur penting bagi program dekomisioning kapal induk kelas Nimitz di masa depan.

Meskipun fisik USS Enterprise (CVN-65) akan segera hilang, nama besar tersebut tetap akan hidup di dalam armada Angkatan Laut Amerika Serikat. Nama Enterprise akan kembali diabadikan pada kapal induk kelas Gerald R. Ford yang baru, yaitu USS Enterprise (CVN-80), yang saat ini sedang dalam proses pembangunan sebagai kapal kesembilan dalam sejarah Angkatan Laut AS yang mengusung nama legendaris tersebut. (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *