Korea Utara Uji Sistem Rudal Pertahanan Udara Baru yang Mirip S-400 Rusia

Korea Utara menguji sistem pertahanan udara mirip S-400 RusiaKCNA
Korea Utara menguji sistem pertahanan udara mirip S-400 Rusia.

AIRSPACE REVIEW – Korea Utara kembali menunjukkan peningkatan kemampuan militer strategisnya dengan menguji coba sistem rudal pertahanan udara (SAM) generasi terbaru pada 4 November 2026. Uji coba yang dilaksanakan oleh Badan Administrasi Rudal Korea Utara (DPRK Missile Administration) tersebut dilaporkan secara resmi oleh kantor berita negara, Korean Central News Agency (KCNA). Uji tembak ini difokuskan untuk memverifikasi spesifikasi teknis rudal, keandalan material baru yang digunakan, serta performa sistem pemandu multimode yang tertanam di dalamnya.

Selain itu, latihan tersebut juga mengevaluasi kemampuan radar dalam memindai, mengidentifikasi, melacak sasaran, hingga memproses data informasi pertempuran secara mutakhir.

Meskipun Pyongyang belum merilis penamaan resmi maupun rincian spesifikasi teknis lengkap dari alutsista ini, sejumlah pengamat militer menyoroti karakteristik desainnya yang dinilai memiliki kemiripan visual dengan sistem pertahanan udara jarak jauh S-400 buatan Rusia.

Komponen peluncur beroda ban yang membawa empat tabung rudal berukuran besar ini sejatinya pernah dimunculkan ke publik dalam parade militer megah di Pyongyang pada 10 Oktober 2020. Pada saat itu, pihak Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan beserta intelijen Amerika Serikat sempat menganalisis intensif kemunculan senjata misterius tersebut.

Kala itu, beberapa pakar pertahanan dari International Institute for Strategic Studies (IISS) sempat mengira bahwa dimensi tabung peluncur tersebut lebih condong digunakan untuk meluncurkan rudal jelajah jelajah darat (GLCM). Namun, kemunculan uji coba terbaru pada awal November 2026 ini memperkuat dugaan bahwa unit peluncur mandiri beroda yang pernah dipamerkan enam tahun silam tersebut memang dirancang sebagai platform peluncur rudal permukaan ke udara jarak menengah hingga jauh.

Payung Udara Modern Pyongyang di Semenanjung Korea

Peluncuran ini sekaligus mempertegas ambisi Pyongyang dalam memodernisasi payung pertahanan udaranya guna mengimbangi dominasi kekuatan udara lawan di kawasan Semenanjung Korea.

Langkah uji coba ini memperlihatkan konsistensi Korea Utara dalam memperbarui dan memperkuat doktrin pertahanan udaranya di tengah dinamika geopolitik kawasan yang terus memanas. Keberhasilan pengujian sistem pemandu multimode dan pengolahan data radar secara instan menandai lompatan teknologis bagi industri pertahanan domestik DPRK. Kehadiran payung udara modern ini diproyeksikan bakal meningkatkan kesiapsiagaan tempur militer Pyongyang, sekaligus memberi tantangan baru bagi kalkulasi operasional angkatan udara Sekutu yang beroperasi di sekitar Semenanjung Korea.

Selain peluncur empat tabung tersebut, perkembangan industri senjata Korea Utara juga terus mendapatkan sorotan ketat dari para analis internasional. Sebelumnya, Pyongyang juga sempat memamerkan sistem peluncur misterius beroda tiga poros yang dilengkapi dengan 22 tabung peluncur. Platform serbaguna yang berpotensi ditembakkan untuk rudal pertahanan udara maupun rudal antitank tersebut makin mengonfirmasi diversifikasi pengembangan alutsista darat Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *