Restorasi Tu-144D: Mengembalikan Kejayaan Jet Komersial Supersonik “Concordski” di Zhukovsky

Tu-144_Roni-SontaniRoni Sontani/AR
Pesawat jet komersial supersonik Tu-144 Uni Soviet.

AIRSPACE REVIEW – Upaya memelihara warisan sejarah penerbangan dunia terus dilakukan oleh komunitas dirgantara di Rusia. Sekelompok relawan independen kini tengah bekerja keras merestorasi salah satu pesawat paling ikonik era Perang Dingin, Tupolev Tu-144D (registrasi CCCP-77115). Pesawat komersial supersonik yang kerap dijuluki “Concordski” ini diperbaiki di Bandara Zhukovsky, dekat Moskow, demi mengembalikan sisa-sisa kejayaan teknologi Uni Soviet kepada publik.

Meskipun tidak disiapkan untuk dapat mengudara kembali, proyek pemulihan yang mendapat perhatian pada Oktober 2026 ini berfokus pada pelestarian sejarah. Para penggemar aviasi secara swadaya menghidupkan kembali berbagai sistem kelistrikan dan mekanis pada unit yang pernah menjadi kebanggaan industri kedirgantaraan Soviet tersebut.

Dari Kokpit Hingga Hidung Artikulasi

Dalam proses restorasi terbaru, tim relawan berhasil memasang unit daya bantu (APU) tipe TA-6A. Kehadiran APU ini sangat vital karena memungkinkan pasokan daya mengalir ke seluruh sistem internal pesawat tanpa harus terhubung ke sumber energi eksternal.

Selain APU, perbaikan bertahap mencakup berbagai komponen penting lainnya seperti sistem elektronik dan kokpit, yang meliputi perbaikan instrumen panel, sirkuit kelistrikan, sistem pencahayaan, hingga alarm peringatan.

Kemudian pemulihan sistem yang menggerakkan fitur khas Tu-144, yaitu bagian hidung (droop nose) yang dapat diartikulasikan ke bawah untuk memberi visibilitas lebih baik bagi pilot saat mendarat dan lepas landas, serta pemeriksaan dan perawatan menyeluruh pada baterai serta fisik ban pesawat.

Langkah ini dilakukan agar pesawat dapat disajikan secara maksimal dalam pameran statis, termasuk potensi tampil kembali pada ajang pameran dirgantara internasional MAKS yang direncanakan berlangsung pada 2027.

Melampaui Zamannya

Tupolev Tu-144 merupakan bukti ambisi besar Uni Soviet untuk mengungguli teknologi Barat. Terbang perdana pada 31 Desember 1968, Tu-144 berhasil mendahului pesawat supersonik asal Eropa, Concorde, sekitar dua bulan lebih awal. Hal inilah yang membuat media Barat menjulukinya sebagai “Concordski”.

Mengusung desain sayap delta dan empat mesin turbojet bertenaga besar, Tu-144 mampu melaju melebihi kecepatan suara. Pesawat ini sempat mengoperasikan layanan penumpang komersial berjadwal pada November 1977 untuk rute Moskow–Alma-Ata (kini Almaty, Kazakhstan).

Namun, akibat tingginya biaya operasional, kendala teknis, serta efisiensi bahan bakar yang rendah, layanan komersialnya dihentikan pada 1978 setelah menempuh sedikit lebih dari 100 kali penerbangan.

Meskipun produksinya resmi berakhir pada 1982, beberapa unit Tu-144, seperti varian Tu-144LL, tetap difungsikan sebagai laboratorium terbang untuk riset aerobatik dan supersonik, termasuk dalam proyek kolaborasi antara lembaga antariksa AS (NASA) dan lembaga riset Rusia pada era 1990-an.

Menyambung Warisan ke Masa Depan

Restorasi Tu-144D di Zhukovsky ini bertepatan dengan kembali hangatnya wacana penerbangan sipil berkecepatan tinggi di Rusia. Pada Juni 2026, United Aircraft Corporation (UAC) mengumumkan dimulainya pengembangan prototipe pesawat komersial supersonik generasi baru di Zhukovsky, yang mengusung teknologi modern seperti sistem kokpit tanpa kaca depan (virtual cockpit) berbasis kamera dan sensor.

Kerja keras para relawan di Zhukovsky menunjukkan bahwa pemulihan Tu-144 bukan sekadar merawat besi tua. Langkah ini adalah bentuk penghormatan terhadap era di mana ambisi manusia untuk menembus batas kecepatan suara berhasil diwujudkan dalam bentuk karya rekayasa teknik yang luar biasa. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *