Intip Virupaksha, Radar AESA 2.400 Modul Transmisi yang Akan Lengkapi Jet Su-30MKI

India integrasikan radar AESA Virupaksha buatan lokal pada Su-30MKI.IAF, DRDO
India integrasikan radar AESA Virupaksha buatan lokal pada Su-30MKI.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara India (IAF) bersiap melakukan lompatan besar dalam modernisasi kekuatan tempur udaranya. Melalui program ambisius bertajuk “Super Sukhoi”, armada jet tempur Su-30MKI andalan India akan dirombak total untuk disetarakan dengan pesawat tempur generasi 4.5+.

Kunci utama dari modernisasi masif ini terletak pada penyematan Virupaksha, sebuah sensor radar AESA (Active Electronically Scanned Array) canggih hasil pengembangan lokal oleh Electronics and Radar Development Establishment (LRDE) di bawah naungan Defence Research and Development Organisation (DRDO).

Selama bertahun-tahun, Su-30MKI mengandalkan radar asal Rusia, N011M Bars, yang menggunakan teknologi Passive Electronically Scanned Array (PESA) era akhir 1980-an. Kehadiran radar Virupaksha menandai transisi teknologi yang sangat signifikan menuju arsitektur AESA generasi terbaru.

Berbeda dari radar konvensional berbasis Gallium Arsenide (GaAs), Virupaksha mengadopsi teknologi semikonduktor Gallium Nitride (GaN). Material ini memberikan efisiensi daya tiga hingga lima kali lipat lebih tinggi, ketahanan terhadap suhu ekstrem yang lebih baik, serta manajemen panas yang jauh lebih efisien.

Memanfaatkan dimensi penutup hidung (radome) Su-30MKI yang tergolong sangat besar, para insinyur DRDO mampu memasang piringan antena berdiameter sekitar 950 milimeter. Ukuran lapang ini menampung sekitar 2.400 modul transmisi dan penerima (Transmit/Receive Modules atau TRM) independen. Kerapatan modul yang masif ini berbanding lurus dengan peningkatan jangkauan deteksi yang diperkirakan mampu menjangkau target tempur standar pada jarak 300 hingga 400 kilometer.

Visibilitas Medan Perang Komprehensif

Radar Virupaksha dirancang sebagai sensor multiperan berbasis radar 4D yang mampu melacak ancaman di empat dimensi sekaligus, yaitu jarak, azimuth, elevasi, dan kecepatan radial. Sistem ini diklaim mampu menjalankan berbagai tugas secara simultan melalui moda pemindaian dan pelacakan bersamaan (Track-While-Scan).

Selain memindai ruang udara dari jet musuh, radar ini dilengkapi kemampuan pencitraan resolusi tinggi Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemetaan permukaan bumi yang presisi serta pemanduan rudal jarak jauh.

Untuk menghadapi peperangan elektronik modern, Virupaksha dibekali fitur Electronic Counter-Countermeasures (ECCM) tangguh serta teknik Low Probability of Intercept (LPI) yang membuat pancaran radarnya sulit terdeteksi oleh sistem Radar Warning Receiver (RWR) milik lawan.

Hadapi Ancaman Teknologi Siluman

Pengembangan radar Virupaksha menjadi langkah krusial di tengah meningkatnya armada pesawat tempur siluman (low-observable) di kawasan regional, khususnya jet tempur J-20 milik Tiongkok.

Mendeteksi pesawat siluman merupakan tantangan besar karena desain dan lapisan bodi khusus mereka dirancang untuk memantulkan atau menyerap gelombang radar. Kendati demikian, arsitektur GaN berdaya tinggi yang dipadukan dengan pemrosesan sinyal digital mutakhir dan algoritma kecerdasan buatan (AI) untuk menyaring kebisingan latar belakang (background noise) memberikan keunggulan baru. Semburan gelombang yang sangat fokus dan bertenaga besar ini meningkatkan probabilitas Su-30MKI untuk mengunci jejak kerangka udara berpenampang radar kecil (low RCS) dari jarak yang lebih aman.

Nilai strategis radar Virupaksha akan semakin optimal ketika diintegrasikan ke dalam ekosistem program Super Sukhoi yang lebih luas.

Program modernisasi ini tidak hanya terbatas pada penggantian antena baru. Ketika dipadukan dengan sistem pelacakan inframerah modern, perangkat peperangan elektronika canggih, serta amunisi buatan lokal berjarak jauh seperti rudal Astra Mk3, Su-30MKI diproyeksikan bertransformasi menjadi platform tempur yang sangat mematikan dan terhubung dalam jaringan penuh di ruang udara modern yang diperebutkan. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *