Terinspirasi Pantsir-S1 Rusia, Azerbaijan Luncurkan CWS-30GD Viking

CWS-30GD VikingVia X
CWS-30GD Viking.

AIRSPACE REVIEW – Azerbaijan memamerkan sistem pertahanan udara jarak pendek CWS-30GD Viking buatan dalam negeri pada pameran pertahanan ADEX 2026 di Baku pada 30 September hingga 2 Oktober lalu.

Dibangun di atas sasis truk Tatra Force 815 6×6, sistem ini mengintegrasikan radar ADR-4005, sistem elektro-optik COAPS-L, perangkat peperangan elektronik SPEKTR, serta kanon otomatis dan rudal permukaan ke udara jarak pendek.

Konfigurasi Viking ini tampaknya mengadopsi filosofi desain Pantsir-S1 Rusia, sistem pertahanan udara bergerak untuk melawan drone dan ancaman udara lainnya di ketinggian rendah.

Jangkauan Tembak 2.500 Meter

Sistem seberat 26,6 ton ini menggabungkan kemampuan pengawasan, pengendalian tembakan, dan penyerangan multi efektor ke dalam satu platform yang dioperasikan oleh awak empat orang.

Persenjataan utamanya adalah kanon otomatis Sk30 kaliber 30 mm dengan jangkauan tembak 2.500 m terhadap target udara dan 4.000 m untuk target darat.

Sementara senapan mesin berat Canik 12,7 mm sanggup menyasar target udara jarak dekat dan darat hingga jarak 1.800 m.

Viking juga dibekali empat rudal permukaan udara yang belum diungkapkan jenis dan performnya.

Deteksi Target 360 Derajat

Sistem CWS-30GD dilengkapi navigasi GPS, kompleks meteorologi untuk input balistik, dan generator layar asap. Lalu sistem pengacau sinyal, peralatan komunikasi dan navigasi tambahan juga dapat dipasang.

Viking mengusung radar ADR-4005 menyediakan kemampuan deteksi dan penunjuk target 360 derajat, sementara COAPS-L menyediakan saluran deteksi dan panduan elektro-optik terpisah.

Sedangkan sistem peperangan elektronik SPEKTR memberi Viking pilihan non kinetik sebelum target memasuki zona penembakan dengan menekan saluran kontrol UAV dan mengganggu navigasi GPS melalui pemblokiran dan manipulasi sinyal.

Viking juga dilengkapi unit daya tambahan, yang memungkinkan sistem elektronik di dalam kendaraan dapat beroperasi saat mesin utama dimatikan. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *