Malaysia Aviation Group Akuisisi Sepang Aircraft Engineering dari Airbus

MAG akuisisi SAE dari AirbusSepang Aircraft Engineering
MAG akuisisi SAE dari Airbus.

AIRSPACE REVIEW – Induk usaha maskapai penerbangan nasional Malaysia, Malaysia Aviation Group (MAG), resmi menandatangani perjanjian jual beli dengan pabrikan pesawat asal Eropa, Airbus, untuk mengalihkan kepemilikan penuh atas Sepang Aircraft Engineering (SAE).

Kesepakatan strategis yang diumumkan pada 1 Oktober 2026 ini menjadi bagian dari eksekusi Rencana Bisnis Jangka Panjang 3.0 (Long-Term Business Plan 3.0/LTBP 3.0) milik grup tersebut.

Melalui akuisisi ini, MAG mengincar penguatan kapabilitas teknis di bidang pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul (MRO), perluasan layanan penerbangan terintegrasi, serta peningkatan pendapatan dari porsi pelanggan pihak ketiga di kawasan regional.

Meski rincian nilai transaksi finansial tersebut tidak diumumkan ke publik, proses finalisasi akuisisi ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2027 setelah mengantongi persetujuan regulasi dari Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM).

Diversifikasi Pundi-Pundi Perusahaan

Presiden dan Chief Executive Officer MAG, Captain Nasaruddin A. Bakar, menjelaskan bahwa akuisisi ini dilaksanakan di tengah tantangan industri penerbangan global yang dinamis akibat fluktuasi harga bahan bakar.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari investasi disiplin perusahaan untuk memperkuat bisnis inti sekaligus mendiversifikasi pundi-pundi pendapatan di pasar MRO yang terus tumbuh pesat.

Integrasi SAE nantinya akan memperkuat dan melengkapi anak perusahaan MRO milik grup, MAB (Malaysia Airlines Berhad) Engineering.

SAE membawa spesialisasi pemeliharaan armada Airbus A320, fasilitas hanggar pengecatan (paint hangar) khusus, layanan perbaikan komponen spesifik, serta standar operasional teknis berskala global yang telah terbangun di bawah naungan Airbus.

Langkah taktis ini diyakini bakal memperkokoh posisi Malaysia dalam memperluas jangkauan pasarnya ke maskapai-maskapai lain di kawasan ASEAN dan sekitarnya.

Penggabungan kapabilitas teknik ini sekaligus mendukung ambisi strategis Malaysia untuk mengukuhkan posisinya sebagai hub kedirgantaraan dan pusat MRO terkemuka di Asia Tenggara. (JDN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *