Perkuat Benteng Bawah Laut, Thailand Percepat Pengadaan Kapal Selam S26T dari Tiongkok
Chinese MNDAIRSPACE REVIEW – Pemerintah Kerajaan Thailand dan Tiongkok resmi menandatangani kesepakatan bantuan militer untuk mengakselerasi pengerjaan proyek pengadaan kapal selam S26T bagi Angkatan Laut Kerajaan Thailand (RTN).
Penandatanganan kontrak strategis tersebut berlangsung di Beijing International Convention Center (BICC) di sela-sela penyelenggaraan Beijing Xiangshan Forum ke-13 di Tiongkok pertengahan September lalu.
Juru Bicara RTN, Laksamana Muda Parach Rattanachaiyapan, mengatakan kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Asisten Panglima RTN sekaligus Ketua Komite Eksekutif Proyek Pengadaan Kapal Selam, Laksamana Nares Wongtrakul.
Penandatanganan disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Thailand Letnan Jenderal Adul Boonthamcharoen dan Menteri Pertahanan Nasional Tiongkok Laksamana Dong Jun.
Langkah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama militer kedua negara guna memastikan armada kapal selam S26T dapat diserahterimakan sesuai dengan amandemen kontrak September 2025 yang menargetkan penyerahan pada akhir 2028.
Melalui kesepakatan bantuan baru ini, kedua pihak berupaya mempercepat seluruh proses manufaktur, pengujian sistem, pelatihan personel, hingga kesiapan logistik agar kapal selam dapat selesai tepat waktu atau bahkan lebih cepat tanpa mengabaikan standar teknis dan keselamatan.
Kapal Selam Diesel-Listrik Kelas Yuan
Kapal selam S26T merupakan varian ekspor berbobot 2.550 ton yang dikembangkan oleh China Shipbuilding & Offshore International Company (CSOC) berdasarkan desain kapal selam diesel-listrik Type 039A/041 kelas Yuan milik Angkatan Laut Tiongkok (PLAN).
Platform ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan operasional Angkatan Laut Kerajaan Thailand dalam menjalankan misi patroli jarak jauh, peperangan antikapal permukaan, serta peperangan antikapal selam di perairan dangkal maupun laut lepas.
Dari segi keunggulan teknis, kapal selam sepanjang 77,7 meter ini mengusung sistem pendorong independen udara (air-independent propulsion/AIP) yang memungkinkan kapal bertahan di bawah air hingga 21 hari tanpa harus naik ke permukaan untuk mengisi ulang baterai.
Selain dilengkapi enam tabung peluncur torpedo 533 mm untuk meluncurkan berbagai amunisi presisi dan rudal jelajah anti-kapal, S26T juga mengintegrasikan sistem sonar canggih serta struktur lambung berlapis bahan penyerap gelombang suara untuk meminimalkan jejak akustik dari deteksi musuh.
Pihak RTN menegaskan akan terus mengawal jalannya proyek ini secara transparan dan akuntabel demi memastikan platform tempur bawah air tersebut berada dalam kondisi performa puncak sebelum resmi masuk ke jajaran dinas operasional.
Kehadiran kapal selam S26T diproyeksikan bakal meningkatkan kapabilitas pertahanan maritim Thailand secara signifikan dalam menjaga kedaulatan serta kepentingan strategis di wilayah perairan nasional. (PN)
