Gunakan Micro-HABs yang melayang di ketinggian 21.000 m, AS pandu HIMARS lakukan serangan presisi jarak jauh

Micro-HABs pandu penembakan HIMARSVia X

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat AS (US Army) bersama sekutu NATO, termasuk Jerman dan Polandia, telah mendemonstrasikan kemampuan “digital kill chain” (rantai pemukul digital) dalam latihan bersandi Arcane Thunder 26.

Berdasarkan laporan resmi yang dirilis pada 15 Mei 2026, demonstrasi ini memperlihatkan pasukan sekutu berhasil menggabungkan sensor canggih dari ketinggian tinggi untuk mendeteksi target dan kemudian menyerangnya pada jarak jauh secara kilat.

Latihan ini menggabungkan balon udara pendeteksi sinyal, drone penargetan, dan peluncur roket multilaras M142 HIMARS.

Inti dari latihan ini sendiri adalah integrasi balon udara pendeteksi sinyal Micro High Altitude Balloons (Micro HABs) yang dapat beroperasi hingga ketinggian 21.000 m.

Micro HABs dirancang untuk menyediakan pengawasan medan perang dan penginderaan elektronik secara terus-menerus (24-30 jam) di area operasional yang luas.

Sistem berbiaya murah ini dapat mengidentifikasi emisi musuh, mendeteksi pergerakan pasukan, dan menyampaikan informasi penargetan ke jaringan komando secara waktu nyata.

Dengan mempertahankan pengamatan udara yang terus-menerus tanpa bergantung sepenuhnya pada satelit atau pesawat berawak, sistem tersebut memberi komandan NATO lapisan intelijen tangguh yang tetap beroperasi bahkan dalam lingkungan elektromagnetik terdegradasi.

Penggunaan drone intai yang beroperasi bersama Micro HABs ini memperluas jaringan deteksi dengan menyediakan identifikasi jarak dekat dan verifikasi target.

Drone yang terlibat dalam latihan tersebut dilaporkan terhubung langsung ke jaringan kendali tembakan digital, memungkinkan transmisi koordinat yang cepat ke awak peluncur roket HIMARS di darat.

Hal tersebut secara signifikan mempersingkat waktu antara akuisisi target dan penembakan presisi, faktor yang semakin penting dalam peperangan modern di mana unit musuh berpindah lokasi dengan cepat setelah menembakkan senjata.

Sedangkan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi M142 (HIMARS), bertindak sebagai eksekutor, memainkan peran sentral dalam doktrin tembakan jarak jauh AS dan NATO.

Dipasang pada sasis truk taktis 6X6, HIMARS dapat meluncurkan amunisi GMLRS (Guided Multiple Launch Rocket System) dengan jangkauan melebihi 70 km serta rudal balistik taktis ATACMS (Army Tactical Missile System) berjangkauan 300 km. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *