Langkah bersejarah: Pilot Argentina laksanakan penerbangan solo pertama dengan jet F-16

Pilot Argentina terbang solo pertama di F-16USAF

AIRSPACE REVIEW — Angkatan Udara Argentina (FAA) berhasil mencapai tonggak sejarah penting dalam proses adopsi jet tempur F-16 Fighting Falcon.

Sejumlah pilot FAA telah menyelesaikan penerbangan solo (tanpa instruktur) pertama mereka selama menjalani pelatihan operasional di Amerika Serikat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program bernama “Peace Condor”, sebuah inisiatif yang dirancang untuk mempersiapkan para penerbang, teknisi, dan tim pendukung sebelum armada jet tempur baru yang dibeli dari Denmark tersebut resmi beroperasi penuh.

Pelatihan intensif ini berpusat di Tucson, negara bagian Arizona, dengan dukungan penuh dari Angkatan Udara AS (USAF) dan Garda Nasional Udara Arizona.

Keberhasilan penerbangan solo ini menjadi salah satu tahap paling krusial bagi seorang pilot jet tempur, karena membuktikan kemampuan mereka untuk mengendalikan pesawat secara mandiri dalam kokpit tanpa didampingi instruktur.

Kemajuan dalam program ini menjadi langkah penentu bagi Argentina untuk memulihkan kapabilitas penerbangan supersonik mereka.

Kemampuan ini sempat hilang secara bertahap setelah pensiunnya jet tempur Mirage III dan Mirage 5 milik mereka.

Selama beberapa tahun terakhir, kekuatan pertahanan udara Argentina praktis hanya bertumpu pada armada A-4AR Fightinghawk —pesawat yang telah dimodernisasi namun memiliki keterbatasan akibat usia operasional dan kendala perawatan.

Pembelian armada F-16AM/BM MLU bekas dari Denmark dinilai sebagai proyek modernisasi penerbangan militer terbesar di Argentina dalam beberapa dekade terakhir.

Kesepakatan tersebut mencakup pengadaan 24 unit pesawat (baik versi kursi tunggal maupun kursi ganda), simulator penerbangan, mesin cadangan, suku cadang, persenjataan, sistem pendukung di darat, hingga paket pelatihan lengkap untuk pilot dan kru teknis.

Program Peace Condor tidak hanya berfokus pada teknik menerbangkan pesawat. Para perwira Argentina juga dilatih dalam aspek logistik, pemeliharaan, perang elektronik, perencanaan misi, kedokteran kedirgantaraan, misi penyelamatan tempur, hingga manajemen operasional skaadron.

Target jangka panjang FAA adalah membangun struktur mandiri untuk mengoperasikan dan merawat armada F-16 ini selama beberapa dekade ke depan.

Selain dukungan dari militer AS, Argentina juga menggandeng perusahaan swasta Top Aces —yang berspesialisasi dalam pelatihan pertempuran udara tingkat lanjut menggunakan pilot-pilot F-16 berpengalaman eks-USAF dan NATO— untuk mempercepat kualifikasi kru.

Sementara pelatihan berlangsung di AS, infrastruktur militer di dalam negeri Argentina juga tengah dirombak besar-besaran.

Pangkalan udara, hangar, pusat perawatan, dan sistem pengisian bahan bakar sedang dimodernisasi agar sesuai dengan standar operasional Fighting Falcon.

Beberapa unit pesawat pertama dikabarkan telah mulai tiba di Argentina sejak akhir tahun 2025 dan sudah melakukan uji terbang adaptasi lokal di Área Material Río IV, Córdoba.

Pemerintah Argentina memandang program F-16 ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat pertahanan udara nasional sekaligus meningkatkan interoperabilitas dengan kekuatan militer Barat, mempererat hubungan kerja sama pertahanan antara Buenos Aires dan Washington. (RF)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *