India targetkan perisai rudal raksasa berlapis Mission Sudarshan Chakra mulai digelar 2030
defence.in AIRSPACE REVIEW – Pemerintah India menyatakan rencana ambisius jangka panjang untuk membangun sistem pertahanan udara nasional yang tak dapat ditembus.
Proyek berskala masif yang diberi nama Mission Sudarshan Chakra ini ditargetkan mulai digelar secara bertahap hingga mencapai kematangan operasional penuh antara tahun 2030 hingga 2040.
Kepastian linimasa strategis ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Pertahanan India, Rajesh Kumar Singh, saat memberikan pidato utama dalam acara Confederation of Indian Industry (CII) Annual Business Summit 2026 di New Delhi.
Mission Sudarshan Chakra pertama kali diperkenalkan oleh Perdana Menteri Narendra Modi dalam pidato Hari Kemerdekaan India tahun 2025 lalu.
Inisiatif ini diproyeksikan menjadi pilar utama dalam strategi militer jangka panjang India demi mengamankan kedaulatan wilayah udara nasional.
Menurut Singh, arsitektur pertahanan ini dirancang sebagai “payung pelindung” berlapis yang sangat sinkron.
Sistem ini akan mengintegrasikan teknologi pencegat rudal yang mampu melumpuhkan target di berbagai ketinggian dan jarak, yang secara mulus menggabungkan kemampuan intersepsi luar angkasa (exo-atmospheric) hingga intersepsi atmosfer rendah (endo-atmospheric).
“Sistem ini akan memberikan perlindungan pertahanan rudal berlapis yang tak tertembus untuk mengamankan aset-aset strategis, ekonomi penting, basis militer, fasilitas nuklir, serta pusat populasi sipil utama kami,” ujar Singh dikutip media India.
Perisai pertahanan fisik yang kokoh ini nantinya akan dipandu oleh radar peringatan dini (early warning radars) mutakhir serta didukung oleh infrastruktur komando dan kendali (command-and-control) yang terpadu.
Jaringan canggih ini disiapkan untuk menetralisir berbagai ancaman modern, mulai dari kendaraan luncur hipersonik (hypersonic glide vehicles), rudal jelajah berkemampuan siluman, proyektil udara canggih, hingga ancaman drone tak berawak.
Peluncuran Mission Sudarshan Chakra berjalan beriringan dengan dokumen cetak biru militer bertajuk “Defence Forces Vision 2047: A Roadmap for a Future-Ready Indian Military”. Peta jalan ini membagi transformasi militer India ke dalam tiga fase utama.
Fase I (Hingga 2030) sebagai Era Transisi akan fokus pada restrukturisasi organisasi militer untuk operasi multidomain.
Fase II (2030–2040) sebagai Era Konsolidasi adalah periode di mana Mission Sudarshan Chakra mulai digelar secara bertahap dan dimatangkan teknologinya.
Kemudian Fase III (2040–2047) sebagai Era Keunggulan adalah periode di mana India menjadi kekuatan militer yang mandiri (self-reliant) di semua domain tepat pada peringatan satu abad kemerdekaan negeri ini.
Ditekankan bahwa pengembangan Mission Sudarshan Chakra tidak akan dimulai dari nol.
Proyek ini akan memanfaatkan kemajuan masif yang telah dicapai oleh Defence Research and Development Organisation (DRDO) melalui program Ballistic Missile Defence (BMD) yang sudah ada sebelumnya.
Namun, mengingat jendela waktu implementasi yang memakan waktu satu dekade (2030-2040), tantangan teknis dan finansial yang dihadapi tentu sangat besar.
Realisasi proyek nasional ini dipastikan membutuhkan dukungan anggaran yang berkelanjutan serta kerja sama yang erat di sektor manufaktur pertahanan domestik.
New Delhi berkomitmen akan memacu investasi besar-besaran pada teknologi sensor, rekayasa kedirgantaraan, serta penguatan infrastruktur guna mewujudkan visi Aatmanirbharta (kemandirian) pertahanan di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. (RF)

