Inggris borong 72 howitzer swagerak RCH 155 senilai Rp20 triliun untuk gantikan AS90

RCH155KNDS

AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Inggris resmi mengumumkan kontrak pengadaan 72 unit howitzer swagerak modern RCH 155 senilai hampir 1 miliar euro (sekitar Rp20,4 triliun).

Langkah besar ini diambil untuk menggantikan sistem artileri medan beroda rantai AS90 yang telah mengabdi selama tiga dekade di Angkatan Darat Inggris (British Army).

Kontrak pengadaan tersebut disepakati melalui Organisasi Kerja Sama Persenjataan Gabungan (OCCAR) yang menunjuk ARTEC GmbH, sebuah perusahaan patungan antara dua raksasa pertahanan Jerman, KNDS Deutschland dan Rheinmetall.

Proses pengiriman unit pertama dijadwalkan akan mulai dilaksanakan pada tahun 2028 mendatang.

Selain untuk memodernisasi kekuatan militer, pengadaan ini merupakan realisasi nyata dari komitmen yang dibuat dalam Perjanjian Trinity House antara Inggris dan Jerman pada Oktober 2024 lalu.

Perjanjian bilateral tersebut bertujuan untuk memperdalam kerja sama pertahanan sekaligus memperkuat lini keamanan sesama anggota NATO di kawasan Eropa.

Sebelum keputusan akuisisi ini diambil, sebagian besar armada AS90 milik British Army sendiri telah disumbangkan ke Ukraina.

Secara teknis, RCH 155 membawa perubahan radikal pada mobilitas artileri Inggris. Berbeda dengan AS90 yang menggunakan roda rantai dan membutuhkan truk pengangkut khusus untuk mobilisasi jarak jauh, RCH 155 dipasang pada sasis kendaraan lapis baja kelas berat Boxer berpgerak roda 8X8.

Perubahan ini membuat sistem persenjataan baru tersebut jauh lebih lincah dan dapat dikerahkan ke mana saja secara mandiri.

Berbekal mesin diesel MTU berdaya 815 tenaga kuda, kendaraan berbobot 39 ton ini mampu melesat hingga kecepatan maksimum 70 km/jam dengan jangkauan operasi mencapai 700 km.

Dari segi kemampuan tempur, RCH 155 dilengkapi dengan meriam 155 mm L/52 dan mengintegrasikan Modul Senjata Artileri otomatis yang secara signifikan memangkas beban kerja kru.

Sistem mutakhir ini mampu menembakkan hingga sembilan peluru per menit dengan daya jangkau yang bervariasi tergantung jenis amunisi yang digunakan.

Jarak tembaknya mencapai 40 km dengan amunisi standar, 54 km dengan amunisi V-LAP, dan mampu mencapai jarak ekstrem hingga 70 km jika menggunakan munisi canggih VOLCANO.

Keunggulan lain yang membuat RCH 155 menjadi salah satu artileri tercanggih saat ini adalah fiturnya yang mampu melakukan tembakan akurat saat kendaraan sedang bergerak.

Selain itu, sistem ini juga mendukung mode tembakan langsung untuk pertempuran jarak dekat serta kemampuan Multiple Rounds Simultaneous Impact (MRSI), sebuah teknik di mana beberapa peluru yang ditembakkan berturut-turut dapat jatuh di target yang sama secara bersamaan.

Tren adopsi RCH 155 ini sebenarnya sedang meluas di Eropa. Sebelum Inggris menandatangani kontrak ini, Pemerintah Jerman sudah lebih dulu memesan 80 unit RCH 155 pada Juli 2025 lalu.

Langkah Jerman tersebut dilakukan untuk mengisi kembali kekosongan logistik persenjataan mereka, setelah sebelumnya menyumbangkan 36 unit sistem artileri serupa ke Ukraina sepanjang periode tahun 2022 hingga 2024. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *