Tangkal ancaman China, Angkatan Laut AS berencana akuisisi 50 MUSV hingga tahun 2031
DoW AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut AS (USN) sedang memasukkan Medium Unmanned Surface Vessel (MUSV) ke dalam pengadaan armada skala besar. USN mengalokasikan dana 171 juta USD pada 2027 untuk tiga unit MUSV, dan 3,11 miliar USD untuk 47 unit hingga tahun 2031.
Langkah ini menandai perluasan besar kemampuan USN untuk melakukan misi pengintaian, penyaringan, penipuan, penginderaan, dan serangan, tanpa harus mengerahkan kapal perusak atau fregat berawak ke setiap operasi di garis depan.
Kapal nirawak ini akan dikerahkan di kawasan maritim Indo-Pasifik, terutama untuk menghadapi ancaman permukaan dan bawah air dari Angkatan Laut China yang semakin kuat.
MUSV diharapkan dapat memperkuat Operasi Maritim Terdistribusi dengan memperluas cakupan sensor, menyebarkan risiko pertempuran ke lebih banyak platform, dan meningkatkan kapasitas armada di lingkungan maritim dengan ancaman tinggi.
MUSV dapat dikonfigurasi untuk misi tertentu dan mampu menerima senjata atau sensor dalam kontainer sesuai dengan perubahan kebutuhan operasional.
Modul senjata misalnya, dapat memperluas kapasitas serangan MUSV dengan paket ASW (antikapal permukaan) dan muatan ASuW (antikapal selam).
Serta modul C4I dapat bertindak sebagai penghubung antara kapal berawak, kapal tak berawak, pesawat terbang, dan simpul komando berbasis darat.
Konsep muatan yang sama juga dimaksudkan untuk diterapkan pada fregat, Kapal Tempur Pesisir (Littoral Combat Ship/LCS), dan kapal angkatan laut lainnya, yang akan menekan biaya dibandingkan hanya membangun muatan untuk satu jenis lambung kapal saja.
Sementara, pengalaman operasional MUSV USN saat ini bertumpu pada wahana prototipe “Sea Hawk” bukan pada kelas yang sudah diproduksi.
Kapal permukaan otonom model bercadik ini berdimensi panjang 40 m dan berbobot 145 ton yang dioperasikan untuk misi ISR (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance), peperangan elektronik, dan potensi serangan aktif.
Sea Hawk dikembangkan oleh Leidos sebagai penerus Sea Hunter, dengan sistem otonom yang ditingkatkan, mampu melakukan penempatan selama berbulan-bulan tanpa awak.
Kehadiran MUSV ini akan mengubah geometri kekuatan permukaan USN yang ada saat ini, di mana gugus serang kapal induk atau gugus serang ekspedisi dapat mendorong kapal tak berawak di depan kekuatan berawak sebagai pengintai radar, simpul akustik, pemancar elektronik, umpan, atau relai komunikasi.
MUSV dapat juga bertindak sebagai perpanjangan bersenjata dari gugus permukaan yang dipimpin kapal fregat. (RBS)

