Rudal BrahMos-NG siap diuji akhir 2026: Perkuat jet Su-30MKI dan LCA Tejas pada 2029

BrahMos-NGVia X

AIRSPACE REVIEW – Lembaga riset pertahanan utama India, DRDO (Defence Research and Development Organisation), mengatakan pengembangan rudal jelajah supersonik generasi terbaru, BrahMos-NG (Next Generation), berjalan sesuai jadwal.

Rudal canggih ini ditargetkan menjalani uji coba penerbangan perdana pada akhir tahun 2026.

Kepala DRDO menyatakan, pengujian mesin di tingkat dasar serta validasi desain menyeluruh telah sukses diselesaikan pada akhir tahun lalu.

Proyek ambisius ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pencaran operasional India secara drastis di tiga matra: darat, laut, dan udara.

Selain itu, jangkauan serang sistem BrahMos berbasis darat yang ada saat ini juga akan terus ditingkatkan dalam beberapa tahun ke depan.

BrahMos-NG merupakan produk kolaborasi sukses antara DRDO India dan NPO Mashinostroyenia dari Rusia. Varian baru ini membawa lompatan teknologi yang revolusioner.

Berbeda dengan varian terdahulu, BrahMos-NG berbobot 50% lebih ringan (sekitar 1,5 ton) dan ukurannya 3 meter lebih pendek (sekitar 6 meter).

Meskipun berukuran lebih kecil, rudal ini mampu melaju dengan kecepatan hingga Mach 3,5.

Rudal dilengkapi dengan pencari radar Active Electronically Scanned Array (AESA) buatan dalam negeri. Sensor ini memberikan ketahanan tinggi terhadap perang elektronik (jamming) musuh dan meningkatkan akurasi dalam mengunci target yang bergerak lincah.

Penyusutan ukuran BrahMos-NG akan mengubah lanskap taktis Angkatan Udara India (IAF). Rudal yang dulunya dikenal berat dan hanya bisa diusung jet tempur besar, kini bisa dipasang di berbagai jenis pesawat.

Dijadwalkan, pada 2029 sudah ini sudah terintegrasi dengan LCA Tejas, jet tempur ringan buatan dalam negeri yang nantinya mampu membawa dua rudal BrahMos-NG sekaligus.

Proses evaluasi integrasi saat ini tengah berjalan beriringan dengan persiapan terbang perdana prototipe Tejas Mk2.

Rudal ini juga akan diintegrasikan pada jet tempur kelas berat, Su-30MKI. Jika sebelumnya pesawat ini hanya mampu membawa satu rudal BrahMos versi udara, maka ke depan Su-30MKI dapat mengangkut tiga rudal BrahMos-NG sekaligus (satu di bawah badan pesawat dan dua di bawah sayap).

Setelah validasi konfigurasi udara selesai, produksi massal dijadwalkan dimulai antara tahun 2027 hingga 2028.

Produksi rudal akan dipusatkan di fasilitas modern Koridor Industri Pertahanan Uttar Pradesh di Lucknow, dengan kapasitas target hingga 100 rudal per tahun.

Tidak hanya dominasi di udara, peta jalan BrahMos-NG juga mencakup operasi bawah air untuk Angkatan Laut India.

Para insinyur kini tengah mempersiapkan varian khusus yang dapat diluncurkan melalui tabung torpedo kapal selam.

Senjata maritim generasi baru ini ditargetkan untuk memperkuat armada kapal selam bertenaga diesel-elektrik generasi baru Project-75I (P-75I) yang dilengkapi sistem AIP, serta kapal selam serang nuklir canggih Project-77 (SSN) milik India. (RF)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *