Langkah strategis Moskow: UEC rampungkan sertifikasi mesin PD-8 untuk pesawat Superjet

SJ-100Istimewa

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Rusia sedang mengintensifkan program sertifikasi untuk mesin turbofan PD-8 buatan dalam negeri. Langkah agresif ini diambil sebagai bagian dari strategi besar “substitusi impor” untuk menyuntik mati ketergantungan industri penerbangan sipil mereka dari teknologi Barat.

Mesin PD-8 dirancang khusus untuk menggantikan mesin PowerJet SaM146 pada pesawat regional Sukhoi Superjet 100 (SSJ100).

SaM146 merupakan mesin hasil kongsi antara Safran Aircraft Engines (Prancis) dan NPO Saturn (Rusia).

Namun, akibat rentetan sanksi internasional yang dijatuhkan kepada Rusia, pasokan dan perawatan mesin tersebut otomatis terhenti total.

Setelah melewati serangkaian uji laboratorium dan pengujian di darat (ground trials) yang menunjukkan hasil positif, fokus proyek kini dialihkan ke langit.

Mesin PD-8 saat ini sedang menjalani uji coba penerbangan intensif dengan menggunakan pesawat laboratorium terbang Il-76LL.

Pengujian udara ini sangat krusial untuk memvalidasi kinerja, keandalan, dan parameter operasional mesin dalam berbagai kondisi atmosfer serta ketinggian yang ekstrem.

Jika semua proses ini berjalan mulus, mesin akan langsung dipasang pada purwarupa pesawat Superjet-NEW (SJ-100), yaitu versi upgrade dari Superjet yang seluruh komponennya murni buatan Rusia.

United Engine Corporation (UEC), raksasa mesin yang berada di bawah naungan korporasi negara Rostec, menargetkan proses sertifikasi ini rampung dalam waktu dekat.

UEC optimistis komersialisasi dan pengiriman unit pesawat SJ-100 ke maskapai-maskapai domestik dapat berjalan sesuai jadwal yang dicanangkan pemerintah.

Meskipun Rusia sempat dihadapkan pada tantangan berat berupa hambatan rantai pasokan global dan kebutuhan mendesak akan material komposit canggih, proyek ini diklaim tetap berjalan di jalur yang benar.

Secara teknis, mesin PD-8 dijanjikan memiliki tingkat efisiensi bahan bakar yang mampu bersaing ketat di kelasnya, serta menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dibanding mesin pendahulunya.

Melalui mesin baru ini, Rusia berharap dapat mengamankan pasar penerbangan domestiknya sekaligus membuka peluang ekspor ke negara-negara sekutu yang tidak terikat oleh sanksi Barat. (RF)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *