Pecah telur setelah 9 tahun: China akhirnya kembali borong 200 pesawat Boeing

China Southern Boeing 737 MAX_Wikimedia

AIRSPACE REVIEW – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa China telah sepakat untuk memesan 200 unit pesawat komersial dari Boeing.

Kesepakatan yang diumumkan pada 14 Mei 2026 usai pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing tersebut menandai pembelian besar pertama Tiongkok untuk jet komersial buatan AS dalam hampir satu dekade terakhir.

Meski Trump mengklaim angka ini melebihi target awal Boeing yang hanya meminta 150 pesawat, jumlah tersebut nyatanya berada jauh di bawah perkiraan para analis sebelum KTT tingkat tinggi tersebut dimulai.

Sejauh ini, baik pihak Boeing maupun pejabat China belum memberikan konfirmasi resmi terkait detail pesanan, termasuk jenis maskapai penerbangan yang akan menerima armada tersebut atau jadwal pengirimannya.

Sebelum pengumuman ini muncul, laporan pasar sempat berspekulasi bahwa China kemungkinan akan memesan hingga 500 unit Boeing 737 MAX serta sekitar 100 pesawat berbadan lebar (widebody) seperti tipe 787 Dreamliner dan 777X.

Akibat volume pesanan aktual yang diumumkan ternyata jauh lebih rendah dari ekspektasi masif tersebut, saham Boeing langsung mengalami penurunan tajam di bursa efek.

Meskipun demikian, komitmen ini tetap menjadi terobosan penting bagi Boeing, mengingat raksasa dirgantara ini belum pernah lagi menerima pesanan skala besar dari China sejak kunjungan kepresidenan Trump yang pertama pada tahun 2017 silam.

Dalam beberapa tahun terakhir, posisi Boeing di pasar Tiongkok memang sempat melemah akibat ketegangan dagang Washington-Beijing, pembekuan izin terbang (grounding) armada 737 MAX pasca-kecelakaan fatal, serta kendala produksi internal.

Situasi tersebut berhasil dimanfaatkan oleh pesaing utamanya, Airbus, untuk memperluas dominasi di pasar China, terlebih dengan adanya fasilitas perakitan akhir seri A320 milik Airbus yang sudah lama berdiri di Tianjin.

Di tengah proyeksi bahwa maskapai China akan membutuhkan sedikitnya 9.000 pesawat baru hingga tahun 2045, pesanan 200 unit ini diharapkan dapat membantu Boeing menstabilkan rantai pasokan dan membangun kembali momentum pengiriman mereka yang sempat terganggu. (RF)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *