Mesir terima tambahan tiga Rafale, total 29 unit sudah dimiliki dari 54 yang dipesan
AT_AeroSpot AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Mesir (EAF) kembali menerima pengiriman batch terbaru jet tempur Rafale dari produsen dirgantara asal Prancis, Dassault Aviation.
Pengiriman terbaru ini mencakup tiga unit Rafale dalam konfigurasi kursi tunggal (single-seat), yang diidentifikasi dengan nomor ekor EM12, EM13, dan EM14.
Pesawat-pesawat ini merupakan bagian dari kontrak kedua yang ditandatangani antara Kairo dan Paris pada tahun 2021.
Kontrak yang disepakati bernilai sekitar 3,75 miliar euro untuk pengadaan 30 jet tempur tambahan.
Dengan tibanya batch terbaru ini, total jet Rafale yang kini telah dioperasikan oleh Mesir mencapai 29 unit.
Secara keseluruhan, Mesir telah memesan total 54 unit Rafale melalui dua kontrak utama.
Kontrak pertama tahun 2015 adalah akuisisi 24 Rafale di mana seluruh pesawat telah diterima tahun 2019.
Kemudian kontrak kedua tahun 2021, yaitu akuisisi 30 pesawat tambahan, yang sedang dalam proses pengiriman bertahap.
Operator Rafale Terbesar Kedua di Dunia
Langkah modernisasi ini memosisikan Mesir sebagai operator jet Rafale terbesar kedua di dunia setelah Prancis, melampaui negara-negara lain seperti Yunani, Qatar, dan India dalam hal jumlah inventaris.
Jet tempur Rafale yang dikirimkan ini adalah standar F3R, yang dilengkapi dengan teknologi radar AESA RBE2, rudal udara-ke-udara jarak jauh Meteor, serta sistem peperangan elektronik SPECTRA yang canggih.
Integrasi Rafale bertujuan untuk menggantikan armada jet tempur lama milik Mesir, termasuk Mirage yang sudah mulai usang.
Dassault Aviation menjadwalkan pengiriman seluruh pesanan ini akan terus berlangsung secara bertahap hingga tahun 2026.
Perusahaan mengatakan, meskipun beban kerja ekspor Dassault sedang tinggi, komitmen terhadap Mesir tetap menjadi prioritas strategis bagi Prancis di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. (RF)

