Benteng nuklir Kremlin sukses diuji coba: Putin tegaskan RS-28 Sarmat akan mulai beroperasi akhir tahun ini
Via X AIRSPACE REVIEW – Di tengah ketegangan geopolitik yang bereskalasi, Rusia mengumumkan keberhasilan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-28 Sarmat yang telah lama tertunda.
Presiden Rusia Presiden Vladimir Putin menegaskan, rudal ini akan mulai dikerahkan secara operasional pada akhir tahun ini.
RS-28 Sarmat, yang oleh NATO dijuluki secara mengerikan dengan sebutan “Satan II”, dikembangkan untuk mengirimkan beberapa hulu ledak nuklir jarak jauh.
Sarmat telah memiliki rekam jejak pengujian yang sangat beragam sejauh ini, dan pernah direncanakan untuk digunakan pada tahun 2020, namun terkendala sejumlah hal.
Pengumuman pada 12 Mei 2026 ini, ini lebih signifikan, usai uji coba peluncuran Sarmat dari Kosmodrom Plesetsk di wilayah Arkhangelsk.
Sekitar setengah jam usai peluncuran, pejabat Rusia mengatakan rudal tersebut telah mengenai sasarannya di lapangan uji Kura di Semenanjung Kamchatka di Timur Jauh Rusia.
Komandan Pasukan Roket Strategis, Sergei Karakayev, memberi tahu Presiden Putin tentang keberhasilan uji coba tersebut. Pemimpin Rusia memantau peluncuran melalui tautan video dari bunker kantornya.
Putin menyebut uji coba tersebut sebagai peristiwa besar dan keberhasilan tanpa syarat.
“Hasil positif peluncuran sistem rudal Sarmat akan memungkinkan kita untuk mengerahkan resimen rudal pertama yang dipersenjatai dengan sistem rudal ini untuk tugas tempur di formasi Uzhur di Krai Krasnoyarsk pada akhir tahun ini,” tambahnya dikutip TASS.
Rudal ini kemungkinan besar akan ditempatkan di Divisi Roket Bendera Merah ke-62 di Uzhur, Siberia.
Putin mengatakan jangkauan rudal tersebut dapat melebihi 35.000 km (21.748 mil), yang artinya dapat menjangkau hampir seluruh tempat di muka Bumi.
Rudal balistik antarbenua Sarmat berbahan bakar cair berat Rusia dapat melenyapkan seluruh negara musuh dalam satu serangan, kata Direktur Pusat Analisis Perdagangan Senjata Dunia (CAWAT) yang juga Pemimpin Redaksi Majalah National Defense, Igor Korotchenko, dalam sebuah wawancara dengan TASS.
Korotchenko mengatakan ICBM Sarmat mampu membawa 10 atau lebih hulu ledak nuklir berdaya ledak tinggi dan memiliki serangkaian kemampuan penetrasi pertahanan rudal yang canggih.
Jangkauan rudal terbaru ini juga memungkinkan untuk menyerang musuh potensial di atas Kutub Utara dan Kutub Selatan. (RF)

