Resmi! USAF pertahankan C-5M Super Galaxy jadi ‘Raja Langit’ logistik AS hingga 2050

C-5M terbang dari Incirlik Air BaseReuters

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) secara resmi menyatakan akan mempertahankan armada pesawat angkut raksasa C-5M Super Galaxy tetap beroperasi hingga sekitar tahun fiskal 2050.

Keputusan ini menegaskan bahwa Washington masih sangat bergantung pada kemampuan unik pesawat ini dalam memindahkan kargo militer berukuran luar biasa (oversized) ke seluruh dunia.

Berdasarkan dokumen anggaran tahun fiskal 2027 yang dirilis baru-baru ini, C-5M akan terus menjadi tulang punggung logistik strategis AS hingga platform Next-Generation Airlift (NGAL) siap menggantikannya dalam dua dekade mendatang.

Keputusan untuk memperpanjang masa pakai Super Galaxy didorong oleh fakta bahwa belum ada pesawat lain yang mampu menandingi kombinasi kapasitas muatan, volume internal, dan jangkauan strategisnya.

C-5M Super Galaxy dinilai sangat krusial untuk mengangkut kendaraan lapis baja berat seperti tank Abrams, sistem pertahanan rudal dan helikopter besar, hingga peralatan teknis yang tidak dapat dibongkar pasang untuk masuk ke pesawat angkut yang lebih kecil seperti C-17 Globemaster III.

Salah satu fitur unggulan C-5M buatan Lockheed (Lockheed Martin) adalah desain pemuatan “langsung tembus” (drive-through), di mana pintu kargo depan (hidung) dan belakang dapat dibuka secara bersamaan. Hal ini mempercepat proses bongkar muat secara signifikan dalam operasi militer skala besar.

Meski demikian, mempertahankan pesawat raksasa ini hingga 2050 bukan tanpa tantangan. USAF harus melakukan investasi besar dalam aspek pemeliharaan struktural dan modernisasi sistem.

Sejauh ini, dokumen anggaran menunjukkan adanya alokasi dana khusus untuk perbaikan struktur sayap dan pylon mesin (Pylon Wing Interface), manajemen suku cadang yang mulai langka, dan pembaruan sistem avionik guna menjaga kesiapan operasional.

Sebelumnya, armada C-5M telah menjalani program peningkatan keandalan (Reliability Enhancement and Re-engineering Program) dengan mengganti mesin lama menjadi mesin F-138 General Electric yang lebih bertenaga, lebih irit bahan bakar, dan mampu meningkatkan daya tanjak hingga 58%.

Saat ini, USAF mengoperasikan total 52 unit C-5M. Sembari mempertahankan armada ini, militer AS juga tengah mengembangkan program NGAL.

Program tersebut bertujuan menciptakan pesawat masa depan yang mampu menyamai kapasitas angkut C-5M namun dengan fleksibilitas operasional yang lebih tinggi, termasuk kemampuan bertahan di wilayah konflik yang diperebutkan.

Hingga platform masa depan tersebut benar-benar siap dan teruji, C-5M Super Galaxy akan tetap menjadi simbol kekuatan logistik global Amerika Serikat, memastikan bahwa kekuatan militer terbesar di dunia tersebut dapat dikerahkan ke mana pun dalam waktu singkat. (RF)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *