Boeing berharap mendapat pesanan 600 pesawat dari China menyusul pertemuan Trump-Xi

China-Southen-787_chinasouthernChina Southern

AIRSPACE REVIEW – Masa depan pesanan pesawat skala besar Boeing dari China sangat bergantung pada hasil pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung di Beijing pada 14-15 Mei 2026.

CEO Boeing, Kelly Ortberg, diperkirakan akan bergabung dalam delegasi bisnis kepresidenan AS minggu depan.

Kunjungan ini membawa misi besar untuk mengamankan kesepakatan pengadaan pesawat yang telah lama tertunda.

Menurut laporan media AS dan Tiongkok, paket pesanan tersebut berpotensi mencakup hingga 600 unit pesawat, yang terdiri dari 500 unit Boeing 737 MAX dan sekitar 100 unit pesawat berbadan lebar (widebody).

Ortberg secara terbuka menyatakan bahwa Boeing sulit mendapatkan pesanan besar dari China tanpa bantuan langsung dari administrasi Trump.

“Tanpa dukungan pemerintah, saya rasa kita tidak akan melihat pesanan besar dalam waktu dekat dari Tiongkok,” ungkap Ortberg kepada Reuters baru-baru ini.

Langkah ini dipandang krusial karena Boeing belum menerima pesanan signifikan dari Tiongkok sejak tahun 2017.

Selama periode tersebut, hubungan bisnis kedua belah pihak terganggu oleh berbagai faktor, mulai dari pengandangan (grounding) 737 MAX, pandemi global, hingga ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing.

Pemerintah AS dikabarkan mengundang jajaran CEO dari perusahaan raksasa lainnya, seperti Nvidia, Apple, Exxon, dan Qualcomm, untuk ikut serta dalam kunjungan ke Beijing tersebut.

Bagi Trump, keberhasilan kesepakatan Boeing akan menjadi kemenangan perdagangan yang prestisius secara politik.

Namun, jalan menuju kesepakatan tidaklah mudah. Pertemuan tersebut akan dibayangi oleh isu-isu sensitif lainnya, termasuk ketegangan di Taiwan, kontrol ekspor teknologi, perang Iran, dan tarif perdagangan.

Jika terealisasi, pesanan 600 pesawat ini tidak akan dialokasikan untuk satu maskapai saja, melainkan akan didistribusikan ke berbagai maskapai domestik China melalui saluran pembelian negara.

Maskapai besar seperti China Southern Airlines, Air China, dan Hainan Airlines merupakan operator utama Boeing di Tiongkok yang diharapkan akan menerima armada baru tersebut.

Bagi Boeing, pesanan raksasa ini bukan sekadar angka, melainkan momentum penting untuk menstabilkan produksi dan membangun kembali kepercayaan pasar setelah serangkaian masalah keamanan dan gangguan produksi dalam beberapa tahun terakhir.

Kini, semua mata tertuju pada hasil pertemuan di Beijing pertengahan Mei mendatang. Kita nantikan. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *