Berdaya dorong 42.000 lbf, turbofan Guchan Turkiye saingi mesin jet F-35 Amerika
Via X AIRSPACE REVIEW – Turkiye secara terbuka telah memperkenalkan mesin jet turbofan baru buatan dalam negeri di pameran pertahanan SAHA 2026 di Istanbul. Mesin yang diberi nama “Guchan” ini menandai penampilan publik pertamanya.
Program propulsi nasional kelas 42.000 lbf ini sebelumnya dirahasiakan dan dikelola langsung oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan Nasional Turkiye.
Mesin tersebut muncul tanpa pemaparan prototipe, pengungkapan kontrak, pengumuman uji penerbangan, atau kronologi peluncuran industri.
Keberhasilan pengembangan Guchan, menempatkan Turkiye menjadi segelintir negara di dunia yang mampu mengembangkan mesin di kelas 42.000 lbf tersebut.
Di SAHA 2026, mesin Guchan dipamerkan di samping proyek-proyek yang digarap oleh Turkish Engine Industries (TEI) lainnya seperti TF6000 (6.000 lbf), TF10000 (10.000 lbf), dan TF35000 (35.000 lbf).
Tetapi tidak seperti program-program tersebut, tidak ada peta jalan integrasi pesawat, konfigurasi demonstrator, atau jadwal produksi Guchan yang menyertai presentasi tersebut.
Angka daya dorong yang dipublikasikan langsung menempatkan mesin tersebut dalam kategori kinerja yang sama dengan Pratt & Whitney F135 buatan Amerika Serikat yang dipasang pada jet F-35 Lightning II berdaya 43.000 lbf..
Pratt & Whitney F135 sendiri merupakan mesin pesawat tempur Barat operasional dengan daya dorong tertinggi dalam produksi serial saat ini.
Para pejabat Turkiye juga tidak mengatakan apakah Guchan akan dipasang atau digunakan pada jet tempur generasi kelima KAAN atau jet tempur tak berawak generasi selanjutnya yang sedang dikembangkan oleh Industri Kedirgantaraan Turkiye (TUSAS).
Pengumuman ini dilakukan saat Turkiye terus berupaya mengurangi ketergantungan pada sistem propulsi impor, khususnya General Electric F110 yang saat ini digunakan pada prototipe KAAN awal.
Aliran udara pada mesin Guchan sebesar 420 lb/detik, menunjukkan arsitektur inti aliran massa tinggi yang terkait dengan mesin turbofan tempur berdaya dorong tinggi.
Rasio bypass mesin sebesar 0,68:1 semakin memperkuat posisi ini karena nilai-nilai tersebut sesuai dengan propulsi militer bypass rendah yang dioptimalkan untuk dimensi kompak, energi buang tinggi, dan operasi pembakaran lanjutan yang berkelanjutan.
Secara kolektif, angka-angka ini menunjukkan mesin yang ditujukan untuk pesawat yang membutuhkan integrasi yang kompatibel dengan teknologi siluman dan bsrakselerasi tinggi.
Kemunculan Guchan perdana cukup mengejutkan dunia, karena selama ini Turkiye lebih menonjolkan program TEI TF35000 dengan daya dorong 35.000 lbf, yang saat ini juga masih dalam pengembangan.
Sebelumnya, TF35000 telah dikaitkan dengan tujuan propulsi jangka panjang untuk program KAAN, sehingga pengenalan mesin kedua berdaya dorong lebih tinggi 43.000 lbf diperkirakan untuk KAAN varian “Block” yang lebih canggih, dan TF35000 mungkin untuk KAAN versi ekspor. (RBS)

