Bersih-bersih armada lama dan perluas jaringan, Scoot tambah pesanan 11 A320neo
湯小沅 AIRSPACE REVIEW – Maskapai bertarif rendah (LCC) asal Singapura, Scoot, secara resmi mengumumkan kesepakatan untuk menambah armada mereka dengan memesan hingga 11 unit pesawat Airbus keluarga A320neo.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya modernisasi armada dan mendukung rencana ekspansi jaringan penerbangan perusahaan di masa mendatang.
Dalam kesepakatan tersebut, Scoot telah meresmikan pesanan untuk lima unit jet A320neo dan mengonversi opsi pesanan untuk enam unit tambahan lainnya. Pengiriman pesawat-pesawat baru ini dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2028.
Penambahan unit A320neo bertujuan untuk menggantikan armada lama yang mulai menua.
Saat ini, Scoot mengoperasikan 63 pesawat yang terdiri dari berbagai jenis. Di segmen rute jarak pendek dan menengah, Scoot memiliki 18 pesawat keluarga A320, yang mencakup 12 unit A320neo dan enam unit A320ceo (versi lama).
Armada A320ceo tersebut memiliki usia rata-rata sekitar 13,6 tahun dan merupakan pesawat tertua dalam layanan mereka saat ini.
Seluruh armada versi lama tersebut ditargetkan akan dipensiunkan secara bertahap pada tahun 2028 seiring datangnya pesawat baru.
CEO Scoot, Leslie Thng, menyatakan kemampuan jarak tempuh dan kapasitas keluarga A320neo akan sangat membantu maskapai di bawah naungan Singapore Airlines (SIA) Group ini untuk memperdalam konektivitas jaringan mereka.
“Kombinasi armada Scoot yang terdiri dari jet regional Embraer E190-E2, pesawat berbadan sempit (narrowbody) Airbus keluarga A320, dan pesawat berbadan lebar (widebody) Boeing 787 Dreamliner memungkinkan kami untuk mengoperasikan jaringan penerbangan yang sangat luas,” ujar Thng.
Dengan tambahan pesawat ini, Scoot akan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menyesuaikan kapasitas di seluruh jaringan mereka.
Hal ini mencakup penambahan frekuensi pada rute-rute yang sudah ada maupun pembukaan destinasi baru dengan durasi penerbangan hingga enam jam dari Singapura.
Saat ini, Scoot telah melayani lebih dari 80 destinasi di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, hingga Eropa.
Kehadiran armada yang lebih hemat bahan bakar seperti A320neo diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi penumpang. (RNS)

