AIRSPACE REVIEW – Pentagon secara resmi telah meminta otorisasi dari Kongres Amerika Serikat untuk mengesahkan perubahan nama instansi tersebut menjadi Departemen Perang (Department of War).
Estimasi biaya yang diajukan untuk proses penamaan ulang (rebranding) ini mencapai sekitar 52,5 juta dolar AS (setara Rp830 miliar).
Angka yang diajukan ini jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi Kantor Anggaran Kongres (CBO) pada Januari lalu, yang memperkirakan biaya bisa membengkak hingga 125 juta dolar AS (setara Rp1,98 triliun) jika perubahan dilakukan secara menyeluruh dan cepat.
Dalam proposal legislatif yang dirilis bulan April 2026 ini, pihak departemen berargumen bahwa penamaan kembali ini berfungsi sebagai pengingat mendasar akan misi inti mereka, yaitu berperang dan memenangkan peperangan.
Nama baru ini diharapkan menjadi objektif strategis dalam mengukur dan memprioritaskan seluruh kegiatan militer AS.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah menandatangani perintah eksekutif pada September 2025 yang menetapkan Departemen Perang sebagai gelar sekunder bagi Departemen Pertahanan.
Namun, karena hanya Kongres yang memiliki wewenang untuk mengubah nama departemen eksekutif secara permanen, langkah tersebut sejauh ini masih bersifat seremonial.
Trump berpendapat bahwa menghidupkan kembali nomenklatur asli yang digunakan AS hingga dua tahun setelah Perang Dunia II ini lebih tepat untuk mencerminkan kondisi dunia saat ini.
Menurutnya, nama Departemen Perang memberikan pesan kesiapan dan ketegasan yang lebih kuat dibandingkan Departemen Pertahanan yang dianggap hanya menekankan kemampuan defensif.
Pentagon mengatakan, anggaran yang diajukan akan dialokasikan untuk beberapa sektor, yaitu 44,6 juta USD untuk agen-agen pertahanan dan aktivitas lapangan, 3,5 juta USD untuk departemen militer, 3 juta USD untuk kantor Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan layanan markas besar di Washington, serta 400 ribu USD untuk Staf Gabungan, Komando Tempur, dan Biro Garda Nasional.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth dijadwalkan akan memberikan kesaksian di hadapan Komite Angkatan Bersenjata Senat pada hari Kamis mendatang terkait proposal anggaran tahun fiskal 2027.
Pemerintahan Trump sendiri mengajukan anggaran pertahanan sebesar 1,5 triliun dolar AS, yang merupakan pengeluaran militer terbesar dalam sejarah modern Amerika Serikat.
Pihak Pentagon menyatakan bahwa biaya rebranding ini tidak akan berdampak signifikan pada anggaran 2027 karena sebagian besar perubahan relevan sudah mulai diimplementasikan pada tahun 2026. (RW)

