Perkuat gerbang pertahanan menuju Indonesia Timur, TNI AU segera bangun skadron tempur baru di Sulawesi Tenggara

UAC kirimkan lagi Su-35S ke VKSRostec

AIRSPACE REVIEW – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) tengah mengakselerasi rencana penguatan pertahanan udara di wilayah gerbang Indonesia Timur.

Langkah ini ditandai dengan rencana penempatan skuadron pesawat tempur baru di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Haluoleo (dulu Lanud Kendari) di Sulawesi Tenggara.

Rencana besar ini merupakan kelanjutan dari langkah strategis pimpinan TNI AU. Belum lama ini, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi telah melakukan kunjungan kerja ke Lanud Haluoleo untuk meninjau langsung kesiapan infrastruktur pangkalan.

Dalam peninjauan tersebut, Wakasau mengecek fasilitas operasional seperti runway dan apron guna memastikan kelayakan pangkalan dalam mendukung operasional pesawat tempur berteknologi tinggi di masa depan.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, pada Senin, 27 April 2026, menegaskan bahwa posisi Sulawesi Tenggara sangat krusial dalam peta pertahanan nasional.

“Kami memilih wilayah Sultra karena posisinya sangat strategis bagi Angkatan Udara, yang dapat diibaratkan sebagai gerbang menuju wilayah Indonesia Timur,” ujar Kasau dikutip Antara di Kendari.

Selain penempatan skadron pesawat tempur dengan spesifikasi terbaru, TNI AU juga akan memperkuat satuan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).

Selain pengadaan pesawat tempur oleh Kementerian Pertahanan RI, TNI AU meningkatkan jumlah prajurit secara signifikan untuk mendukung operasional skuadron baru.

Kasau juga menyatakan komitmennya untuk memberikan prioritas bagi putra-putri daerah Sulawesi Tenggara untuk bergabung menjadi prajurit TNI AU dan mengabdi kembali di daerah asal.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, memberikan dukungan penuh terhadap langkah TNI AU.

Ia berharap peningkatan fasilitas pangkalan udara ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mendorong status Lanud Haluoleo menjadi bandara berskala internasional.

“Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu membuka akses Sultra ke dunia luar, baik dari sisi pertahanan maupun transportasi udara dan konektivitas global,” ujar Andi.

Kolaborasi antara TNI AU dan Pemerintah Provinsi Sultra ini diharapkan tidak hanya memperkokoh kedaulatan kedaulatan udara nasional, tetapi juga menjadi pemantik kemajuan ekonomi di wilayah Sulawesi Tenggara. (PN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *