Tangkal armada laut Tiongkok, India percepat pengadaan kapal selam nuklir dan konvensional

Kapal selam nuklir India INS AridhamanPTI

AIRSPACE REVIEW – Menghadapi meningkatnya kehadiran armada laut Tiongkok di Samudra Hindia, India dilaporkan tengah mempercepat pengadaan kapal selam nuklir dan konvensionalnya.

Langkah ini antara lain direalisasikan melalui finalisasi kesepakatan dengan Jerman untuk pengadaan kapal selam konvensional canggih.

New Delhi kini berada di tahap akhir untuk menyegel kesepakatan senilai 8 miliar dolar AS (sekitar Rp130 triliun) dengan perusahaan Jerman, ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS), untuk membangun enam kapal selam konvensional kelas berat.

Kapal-kapal ini akan dilengkapi dengan teknologi Air-Independent Propulsion (AIP). Teknologi ini memungkinkan kapal selam konvensional tetap menyelam dalam waktu yang jauh lebih lama tanpa harus muncul ke permukaan untuk mengisi daya baterai, sehingga membuatnya sangat sulit dideteksi oleh radar musuh.

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, menyatakan optimismenya bahwa kesepakatan ini akan ditandatangani dalam tiga bulan ke depan.

Proyek ini rencananya akan melibatkan kerja sama produksi antara TKMS dengan galangan kapal milik negara India, Mazagon Dock Shipbuilders Ltd.

Sementara itu pada awal April 2026, India secara resmi mengoperasikan INS Aridhaman, kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir (SSBN) ketiga milik negara tersebut.

INS Aridhaman memiliki bobot 7.000 ton dan diklaim jauh lebih maju dibandingkan dua pendahulunya yang diluncurkan pada 2016 dan 2024.

Kapal ini mampu membawa hingga 24 rudal jarak pendek (750 – 1.500 km) atau delapan rudal K-4 dengan daya jangkau mencapai 3.500 km.

Kehadiran kapal ketiga ini memungkinkan Angkatan Laut India untuk menjaga patroli laut terus-menerus guna memastikan kemampuan serangan balik nuklir (second-strike capability) yang kredibel.

Langkah ambisius New Delhi ini dipicu oleh kebutuhan mendesak untuk meremajakan armada bawah lautnya yang mulai menua.

Saat ini, India memiliki 17 kapal selam, sementara rival utamanya, Tiongkok, diperkirakan telah memiliki lebih dari 60 kapal selam dan terus memproduksi kapal selam nuklir dalam jumlah besar.

Para ahli maritim menilai bahwa penguasaan geografi Samudra Hindia adalah kunci bagi keamanan nasional India. “Kami ingin memberi sinyal bahwa kami tidak akan membiarkan siapa pun mendominasi perairan ini,” ujar Laksamana Muda (Purn.) K. Raja Menon.

Selain kapal selam, India juga baru saja meresmikan kapal fregat siluman INS Taragiri pada bulan ini.

Angkatan Laut India menargetkan untuk mengoperasikan total 15 kapal perang baru sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari modernisasi militer besar-besaran. (PN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *