Nostalgia El Dorado Canyon: Jet F-15E USAF tampil gagah dengan corak klasik F-111 Aardvark

F-15E LN dengan corak F-111 Aadvark_1USAF

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) memberikan penghormatan visual yang luar biasa pada salah satu armada jet tempur F-15E Strike Eagle milik 48th Fighter Wing.

Pesawat tersebut tampil beda dengan pengecatan khusus untuk memperingati 40 tahun Operasi El Dorado Canyon, sebuah misi udara ikonik yang terjadi pada masa Perang Dingin.

Pesawat tersebut diperkenalkan di Pangkalan Udara RAF Lakenheath di Inggris, yang merupakan markas dari unit legendaris “Statue of Liberty Wing”.

Unit inilah yang pada April 1986 meluncurkan serangan udara presisi terhadap rezim Libya.

Yang membuat tampilan F-15E ini istimewa adalah penggunaan corak kamuflase South East Asia (SEA).

Corak legendaris ini merupakan identitas dari jet pengebom taktis F-111F Aardvark, sang “kuda beban” utama dalam operasi tahun 1986 tersebut.

Langkah ini menciptakan jembatan sejarah antara teknologi masa lalu dan masa kini, sekaligus menunjukkan rasa hormat kepada para kru yang terbang dalam kondisi operasi yang sangat sulit empat dekade silam.

Operasi ini bukan sekadar misi biasa. Diperintahkan oleh Presiden Ronald Reagan sebagai balasan atas aksi terorisme, misi ini memaksa para penerbang menempuh rute yang sangat jauh karena penolakan izin lintas udara dari beberapa negara Eropa.

Para kru F-111F harus terbang memutar melewati Samudra Atlantik dan Selat Gibraltar, melakukan pengisian bahan bakar berkali-kali di udara, hingga akhirnya melepaskan bom berpemandu laser ke target-target strategis di Libya.

Bagi USAF, menghiasi pesawat operasional dengan corak sejarah (heritage livery) adalah cara untuk menjaga semangat korps dan menghargai sejarah unit.

Skema ini sebagai penghormatan bagi mereka yang sudah gugur dan didedikasikan secara khusus untuk dua awak F-111F yang kehilangan nyawa setelah pesawat mereka jatuh dalam misi tersebut.

Meski tampil dengan corak retro, F-15E ini tetap menjadi mesin perang yang mematikan di bawah naungan NATO untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Eropa.

Dengan balutan corak klasik ini, F-15E tersebut kini berfungsi sebagai “museum terbang” yang mengingatkan dunia akan sejarah panjang proyeksi kekuatan udara Amerika Serikat. (RW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *