Korea Utara pamerkan MRAP Kirpi buatan Turkiye, hasil rampasan perang dari Ukraina

Korea Utara pamerkan MRAP Kirpi buatan Turkiye hasil rampasan perang di UkrainaKCNA

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Korea Utara secara resmi telah meresmikan “Museum Peringatan Operasi Militer Asing” pada tanggal 26 April 2026.

Di museum tersebut, Pyongyang memamerkan berbagai kendaraan tempur yang diklaim sebagai rampasan perang dari medan tempur di Ukraina, termasuk kendaraan lapis baja buatan Turkiye, BMC Kirpi.

Dalam laporan yang dirilis, terlihat kendaraan lapis baja tahan ranjau (MRAP) Kirpi I dan Kirpi II dipamerkan di museum tersebut.

Kendaraan ini merupakan bagian dari bantuan militer yang dikirimkan ke Ukraina untuk menghadapi serbuan pasukan Rusia.

Kehadiran kendaraan asal Turkiyedi museum Korea Utara menarik perhatian dunia internasional, mengingat Kirpi dikenal karena tingkat perlindungannya yang tinggi terhadap ranjau dan bahan peledak improvisasi (IED).

Kirpi dilengkapi dengan sistem senjata kendali jarak jauh (RCWS) yang memungkinkan awak kendaraan untuk melepaskan tembakan dengan aman.

Di Ukraina, kendaraan ini telah menjadi salah satu tulang punggung mobilitas pasukan infanteri di garis depan.

Pameran ini tidak hanya sekadar menunjukkan keberhasilan taktis di lapangan, tetapi juga memiliki pesan politik yang kuat.

Para ahli menilai langkah Korea Utara memamerkan teknologi Barat dan Turkiye untuk menunjukkan kedekatan hubungan militer antara Korea Utara dan Rusia.

Selain itu, untuk mendiskreditkan teknologi pertahanan yang digunakan oleh Ukraina dan sekutunya, serta menonjolkan visibilitas produk industri pertahanan Turkiye yang kini terlibat dalam berbagai konflik intensitas tinggi di dunia.

Museum yang terletak di Pyongyang tersebut didedikasikan untuk memamerkan peralatan militer yang berhasil “disita” selama berbagai konflik global yang melibatkan kepentingan musuh-musuh Korea Utara.

Selain kendaraan dari Turkiye, pameran ini juga menampilkan berbagai tank, kendaraan pengangkut personel lapis baja (APC), dan drone yang berasal dari negara-negara anggota NATO lainnya yang sebelumnya hancur atau ditinggalkan di medan perang Ukraina. (PN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *