TNI AL tenggelamkan eks KRI Teluk Hading-538 dengan rudal Exocet Prancis

Rudal Exocet MM40 Block 3 tembak KRI Hading dalam Latopslagab 2026 (1)TNI AL

AIRSPACE REVIEW – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melakukan uji coba kekuatan tempur besar-besaran di Laut Jawa yang berujung pada penenggelaman kapal pendarat (LST) eks Jerman, KRI Teluk Hading-538.

Kapal tersebut tenggelam setelah dihantam oleh rudal antikapal Exocet MM40 Block 3 buatan Prancis dalam puncak Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) 2026.

Latihan penembakan yang berlangsung pada 23 April 2026 tersebut melibatkan fregat kelas SIGMA 10514, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, sebagai platform peluncur utama rudal Exocet.

Sasaran tembaknya adalah eks KRI Teluk Hading, kapal kelas Frosch yang dulunya bertugas di Angkatan Laut Jerman Timur sebelum diakuisisi Indonesia pada tahun 1990-an.

Eks KRI Teluk Hading telah resmi dipensiunkan (decommissioned) oleh TNI AL pada tahun 2024. Keputusan ini diambil menyusul insiden kebakaran hebat yang menimpa kapal tersebut saat berada di perairan Sulawesi Selatan pada tahun sebelumnya, yang menyebabkan kerusakan struktur yang cukup parah.

Selain penggunaan Exocet, latihan tempur ini juga menjadi ajang unjuk gigi bagi alutsista lainnya.

Salah satu kapal cepat TNI AL dilaporkan meluncurkan rudal C-705 buatan China. Rudal ini diarahkan ke sasaran darat di Pulau Gundul sebagai area laithan penembakan.

Sebelumnya, pada Desember 2024, TNI AL juga sempat mencatatkan sejarah dengan melakukan penembakan rudal Exocet ke sasaran darat di lokasi yang sama.

Latihan terbaru ini menandai kali kedua TNI AL secara publik menunjukkan kemampuan rudal antikapal untuk menghantam target di daratan.

Kapal kelas Frosch merupakan tulang punggung armada pendarat Indonesia selama beberapa dekade. Kapal ini memiliki dua varian utama, yaitu Proyek 108 (Frosch I) sebagai kapal pendarat menengah standar dengan panjang 98 m, dan Proyek 109 (Frosch II), kapal pendukung logistik tempur dengan panjang sekitar 90,7 m.

Pembelian kapal-kapal ini merupakan bagian dari paket besar pengadaan alutsista dari eks Jerman Timur pada era 90-an, yang juga mencakup korvet kelas Parchim dan kapal penyapu ranjau kelas Kondor.

Latihan ini menegaskan kesiapan tempur TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia serta kemampuannya dalam mengoperasikan berbagai jenis sistem rudal modern dari berbagai negara produsen. (PN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *