AIRSPACE REVIEW – Sebuah rekaman video langka dari era Perang Dingin baru-baru ini muncul ke publik, memperlihatkan momen luar biasa saat sebuah jet tempur penyerang Uni Soviet, Sukhoi Su-7 Fitter, melakukan uji coba penjatuhan bom nuklir taktis secara live test.
Rekaman ini menjadi sorotan karena mendokumentasikan salah satu operasi militer paling berbahaya dalam sejarah penerbangan Soviet, tulis The War Zone dalam ulasannya (26/4/2026).
Dikatakan bahwa uji coba yang terekam dalam video tersebut terjadi pada 27 Agustus 1962 di situs pengujian Semipalatinsk, padang rumput Kazakhstan. Pilot yang bertugas dalam misi berisiko tinggi ini adalah Letkol A. I. Shein.
Berbeda dengan simulasi biasa, misi ini merupakan pengujian end-to-end, yang berarti jet Su-7B tersebut membawa bom nuklir asli (tipe 244N) di bawah badan pesawatnya.
Tujuan pengujian ini adalah untuk memverifikasi kemampuan sistem senjata dan prosedur manuver pelepasan bom nuklir oleh pesawat tempur berawak.
Salah satu bagian paling menarik dari video tersebut adalah teknik pelepasan bom yang digunakan.
Untuk menghindari efek ledakan yang bisa menghancurkan pesawat pengirim, Letkol Shein menggunakan teknik “over-the-shoulder” atau toss bombing.
Dalam manuver ini pesawat terbang rendah menuju target. Kemudian pilot menarik hidung pesawat ke atas dengan sudut sekitar 45 derajat (tanjakan vertikal).
Selanjutnya, bom dilepaskan secara otomatis oleh sistem komputer saat pesawat sedang menanjak.
Karena momentum, bom akan terlempar ke depan dalam lintasan parabola menuju target, sementara pesawat segera melakukan manuver setengah roll dan berbalik arah secepat mungkin untuk menjauh dari radius ledakan.
Setelah dilepaskan, bom nuklir tersebut meledak di ketinggian sekitar 800 kaki (244 m) di atas permukaan tanah.
Kekuatan ledakannya diperkirakan mencapai 11 kiloton, atau sedikit di bawah kekuatan bom yang dijatuhkan di Hiroshima (15 kiloton).
Hasil dari pengujian tersebut masih bisa dilihat hingga saat ini melalui citra satelit di Semipalatinsk, di mana kawah bekas ledakan dan tanda target permanen di tanah tetap membekas sebagai saksi bisu kekuatan nuklir Soviet.
Meskipun Uni Soviet melakukan ratusan uji coba nuklir, sangat sedikit rekaman yang memperlihatkan proses pengiriman bom secara utuh dari pesawat tempur taktis seperti Su-7.
Video ini memberikan perspektif unik mengenai doktrin militer Soviet yang siap menggunakan senjata nuklir di medan perang Eropa jika Perang Dingin berubah menjadi konflik terbuka.
Sukhoi Su-7 merupakan tulang punggung kekuatan serang Soviet pada masanya. Meskipun memiliki jangkauan terbatas, ketangguhan dan kecepatannya menjadikannya platform yang ideal untuk serangan nuklir taktis “tabrak lari” yang didesain untuk melumpuhkan konsentrasi pasukan NATO dalam sekejap. (RW)

