Canggih dan efisien, Saab GlobalEye terpilih menjadi standar baru AWACS NATO: 12 unit akan dibeli

Saab GlobaleyeSaab

AIRSPACE REVIEW – NATO secara resmi telah memilih Saab GlobalEye dari Swedia sebagai standar baru untuk menggantikan armada pesawat peringatan dini dan kontrol udara (AWACS) Boeing E-3 Sentry yang sudah menua.

Keputusan ini mengonfirmasi pergeseran besar dalam doktrin pertahanan aliansi tersebut, yang kini lebih mengutamakan efisiensi biaya operasional dan kemandirian teknologi Eropa dibandingkan ketergantungan tradisional pada manufaktur Amerika Serikat.

Dikatakan bahwa NATO berencana untuk mengakuisisi hingga 12 unit Saab GlobalEye guna menggantikan 14 unit Boeing E-3A yang telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun.

Pemilihan GlobalEye didasarkan pada keunggulan teknis yang dianggap jauh melampaui pendahulunya:

Menggunakan radar Erieye ER (Extended Range), GlobalEye mampu melacak target di udara, laut, dan darat secara simultan dengan presisi tinggi pada jarak lebih dari 450 km.

Berbeda dengan E-3 yang berbasis badan pesawat jet komersial besar, GlobalEye menggunakan platform jet bisnis Bombardier Global 6000/6500.

Platform ini memberikan efisiensi dalam hal bahan bakar, biaya perawatan, dan mampu beroperasi dari landasan pacu yang lebih pendek.

Sistem yang disematkan pada GlobalEye dirancang khusus untuk menghadapi ancaman modern, termasuk kemampuan mendeteksi teknologi siluman dan bertahan di lingkungan dengan gangguan elektronik yang padat.

Keputusan NATO ini diambil setelah rencana pengadaan Boeing E-7 Wedgetail mengalami hambatan terkait pemotongan dukungan dari Amerika Serikat pada tahun 2025.

Dengan memilih Saab, NATO tidak hanya mendapatkan platform yang lebih modern tetapi juga memperkuat kedaulatan industri pertahanan di benua Eropa.

Micael Johansson, CEO Saab, menyatakan bahwa terpilihnya GlobalEye merupakan pengakuan atas kepemimpinan teknologi Swedia di panggung dunia.

“GlobalEye menyediakan solusi lintas domain yang sangat dibutuhkan NATO untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di masa depan,” ujar dia.

Pengiriman pertama pesawat Saab GlobalEye ke pangkalan NATO diharapkan mulai dilakukan sebelum tahun 2030.

Proses transisi akan berlangsung secara bertahap hingga seluruh armada E-3 AWACS pensiun sepenuhnya pada awal 2031.

Dengan kehadiran GlobalEye, NATO akan memiliki “mata di langit” yang tidak hanya lebih tajam dalam mendeteksi ancaman, tetapi juga lebih lincah dan ekonomis untuk dioperasikan dalam jangka panjang. (RW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *