US Army operasikan jet mata-mata RAPCON-X untuk perkuat pengawasan global

Via X

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) secara resmi telah mulai mengoperasikan pesawat pengintai canggih terbaru mereka, RAPCON-X.

Langkah ini menandai peningkatan signifikan dalam kemampuan intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) global militer AS.

Sierra Nevada Corporation (SNC) mengatakan RAPCON-X telah mencapai kemampuan operasional penuh setelah berhasil menyelesaikan serangkaian uji coba ketat bersama pemerintah AS.

Pesawat ini kini siap menjalankan misi nyata di bawah program ATHENA-R, yang dirancang untuk memodernisasi operasi intelijen udara.

RAPCON-X dibangun berdasarkan platform jet eksekutif Bombardier Global 6500 yang telah dimodifikasi secara besar-besaran.

Platform ini memiliki sejumlah keunggulan utama, antara lain mampu terbang selama lebih dari 14 jam nonstop dan jangkauan terbang lebih dari 6.000 mil laut (11.112 km)

Pesawat dapat beroperasi di atas 45.000 kaki, memungkinkannya memantau area luas dari posisi yang aman.

Pesawat juga dilengkapi dengan radar modern, sistem intelijen sinyal, serta sensor elektro-optik dan inframerah yang mampu mengirimkan data secara waktu nyata.

Salah satu fitur menonjol dari RAPCON-X adalah arsitektur sistemnya yang terbuka. Hal ini memungkinkan integrasi cepat terhadap sensor atau teknologi baru di masa depan untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang.

Operasional jet ini menggunakan model contractor-owned, contractor-operated (milik kontraktor, dioperasikan kontraktor).

Artinya, pihak industri bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pengoperasian pesawat, sehingga memberikan fleksibilitas dan kecepatan respons yang lebih tinggi bagi kebutuhan militer di lapangan.

Pengoperasian RAPCON-X juga berfungsi sebagai jembatan strategis menuju program HADES, yang akan menjadi generasi berikutnya dari platform ISR Angkatan Darat AS.

Data dan pengalaman yang dikumpulkan dari misi RAPCON-X akan digunakan untuk memvalidasi teknologi masa depan.

Saat ini, dua unit jet RAPCON-X telah dikerahkan ke wilayah strategis, termasuk di Cebu, Filipina, untuk mendukung kesadaran situasional di kawasan yang memiliki kepadatan ancaman tinggi.

Dengan kehadiran pesawat ini, militer AS memperkuat dominasinya dalam penguasaan informasi dan kecepatan pengambilan keputusan di medan perang modern. (RW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *