Ketegangan meningkat, AS kerahkan helikopter Apache untuk berpatroli di Selat Hormuz

Heli Apache AS melakukan patroli di atas Selat HormuzCENTCOM

AIRSPACE REVIEW – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) merilis rekaman yang menunjukkan helikopter serang AH-64 Apache Angkatan Darat AS (US Army) sedang melakukan patroli bersenjata di atas Selat Hormuz.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di salah satu rute maritim paling strategis di dunia tersebut.

Helikopter-helikopter tersebut terlihat terbang rendah di atas kapal-kapal dagang, termasuk kapal tanker minyak besar.

Operasi ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan AS untuk menjamin keamanan navigasi internasional dan memberikan efek pencegahan terhadap potensi ancaman di kawasan tersebut.

Helikopter AH-64 Apache yang dikerahkan dilengkapi dengan sensor canggih dan rudal AGM-114 Hellfire.

Dalam menjalankan misinya, unit udara ini berkoordinasi erat dengan kekuatan angkatan laut dan aset udara lainnya guna meningkatkan kemampuan respon cepat jika terjadi insiden di laut.

Sejak awal tahun ini, kehadiran militer AS di Teluk Persia terus diintensifkan. Selain pengerahan Apache, AS juga memperkuat kehadiran kapal perang dan menerapkan pembatasan maritim yang ditujukan kepada Iran.

Menurut data CENTCOM, eskalasi ini telah berdampak langsung pada aktivitas pelayaran. Dilaporkan bahwa setidaknya 23 kapal telah dipaksa berbalik arah atau mengubah rute mereka setelah menerima arahan dari pasukan militer di kawasan tersebut sejak blokade diberlakukan.

Kawasan Teluk Oman dan Laut Arab kini menjadi titik konsentrasi militer besar, yang melibatkan ribuan personel, kapal perang, dan pesawat tempur.

Langkah-langkah agresif ini diambil Washington sebagai bentuk pengawasan ketat terhadap kapal-kapal yang dicurigai melanggar sanksi atau terlibat dalam aktivitas yang dianggap mengancam stabilitas keamanan maritim.

Hingga saat ini, situasi di Selat Hormuz tetap terpantau sangat tegang, dengan kedua belah pihak terus meningkatkan kewaspadaan militer di wilayah perairan tersebut.

Keunggulan AH-64 Apache

Salah satu keunggulan utama Apache adalah kemampuannya beroperasi dalam kondisi gelap gulita atau cuaca buruk.

Pada bagian hidungnya, heli ini dilengkapi dengan Target Acquisition Designation Sight (TADS) untuk mencari dan menandai target. Sementara Pilot Night Vision Sensor (PNVS) memberikan penglihatan termal kepada pilot.

Heli ini juga dilengkapi dengan Integrated Helmet and Display Sighting System (IHADSS), yang menghubungkan helm pilot dengan meriam 30mm. Ke mana pun pilot menoleh, moncong meriam akan mengikuti arah pandangan tersebut.

Heli Apache dirancang untuk menghancurkan target permukaan dari jarak ama. Heli ini mengusung M230 Chain Gun, meriam otomatis 30 mm yang mampu menembakkan 625 butir peluru per menit. Sangat efektif melawan kendaraan lapis baja ringan dan infanteri.

Heli juga membawa rudal antitank AGM-114 Hellfire berpemandu laser yang menjadi senjata utama untuk menghancurkan tank berat dari jarak jauh.

Selain itu, Apache dilengkapi dengan roket Hydra 70 tak berpemandu yang biasanya digunakan untuk serangan area atau terhadap target yang tidak terlalu keras.

Khusus Apache varian Delta dan Echo, dilengkapi dengan radar AN/APG-78 Longbow di atas baling-baling utama.

Radar ini dapat melacak hingga 256 target secara bersamaan dan mengidentifikasi 16 target paling berbahaya dalam hitungan detik.

Helikopter Apache diawaki oleh dua personel, terdiri dari pilot di kokpit belakang dan penembak di kokpit depan. Heli ini terbang dengan kecepatan maksimum hingga 284 km/jam serta radius operasi sejauh 480 km.

Heli ditenagai dua mesin General Electric T700-GE-701D turboshaft. Bodi heli dilapisi material yang tahan terhadap tembakan peluru kaliber 23 mm. (RW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *