American Airlines tegas tolak ide merger dengan United, sebut dampak buruk bagi konsumen

Armada A320 American AirlinesWikimedia

AIRSPACE REVIEW – Raksasa penerbangan Amerika Serikat, American Airlines, secara resmi menutup pintu terhadap spekulasi penggabungan (merger) dengan rival utamanya, United Airlines.

Dalam pernyataan resminya pada Jumat (17/4), American Airlines menegaskan bahwa mereka tidak tertarik dan tidak sedang dalam diskusi apa pun terkait rencana tersebut.

Pihak American Airlines menekankan bahwa penggabungan dua maskapai terbesar di dunia ini akan memberikan dampak negatif bagi industri penerbangan.

American menyatakan bahwa merger ini akan merusak iklim persaingan sehat dan merugikan penumpang, kemungkinan besar melalui kenaikan harga tiket dan berkurangnya pilihan rute.

Perusahaan juga menyebutkan bahwa ide tersebut bertentangan dengan prinsip hukum antitrust (anti-monopoli).

Mereka menilai langkah ini tidak sejalan dengan filosofi pemerintahan Presiden Trump saat ini dalam menjaga kompetisi industri.

Kabar mengenai mega-merger ini mencuat setelah laporan bahwa CEO United Airlines, Scott Kirby, sempat melontarkan ide penggabungan tersebut dalam pertemuan dengan Presiden Donald Trump pada Februari lalu.

Kirby berargumen bahwa maskapai gabungan akan lebih kuat dalam bersaing di pasar internasional.

Namun, analis industri sejak awal meragukan peluang keberhasilan rencana tersebut. Hal ini karena gabungan keduanya akan menguasai lebih dari sepertiga pasar domestik AS.

Banyaknya rute yang sama di hub besar seperti Chicago O’Hare dan Texas akan memicu protes dari regulator.

Selain itu, perang yang sedang berlangsung (AS-Israel vs Iran) telah melonjakkan harga bahan bakar avtur, membuat maskapai lebih fokus pada efisiensi internal daripada akuisisi yang berisiko.

Alih-alih melakukan merger, American Airlines menyatakan akan tetap fokus pada strategi mandiri mereka untuk memperkuat posisi perusahaan dalam jangka panjang.

Hingga saat ini, pihak United Airlines maupun Gedung Putih belum memberikan komentar resmi lebih lanjut terkait penolakan tegas dari American tersebut. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *