Avtur melejit, maskapai terjepit: Rute internasional Dipangkas sedikit demi sedikit, pelancong menjerit

Air Canada 777-300ERAir Canada

AIRSPACE REVIEW – Dunia penerbangan global sedang tidak baik-baik saja. Lonjakan harga bahan bakar jet (avtur) yang tak terbendung kini menciptakan efek domino yang mengerikan.

Maskapai mulai kehilangan napas, rute-rute penting dihapus, dan pada akhirnya, para pelancong yang harus menanggung beban biaya yang semakin tinggi.

Situasi ini tidak lepas dari ketegangan geopolitik di jalur pasokan minyak utama di Timur Tengah. Laporan terbaru menyebut, harga avtur meroket hampir dua kali lipat dalam hitungan bulan.

Bagi maskapai, ini adalah mimpi buruk finansial. Delta Air Lines dan American Airlines, misalnya, harus merogoh kocek tambahan hingga 400 juta USD (sekitar Rp6,48 triliun) hanya dalam satu bulan operasional, menurut laporan Bloomberg.

United Airlines memproyeksikan tambahan beban biaya tahunan mencapai 11 miliar USD (sekitar Rp178,2 triliun), sebuah angka yang mengancam keberlangsungan bisnis mereka.

Ujung dari semua kebijakan ini adalah dompet penumpang yang kian tipis. Kenaikan harga tiket dan biaya tambahan membuat banyak orang terpaksa berpikir dua kali untuk terbang.

Di maskapai lain seperti Cathay Pacific, biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) untuk rute jauh kini menyentuh angka 800 USD (sekitar Rp12,9 juta).

Air France-KLM dan maskapai besar lainnya sudah menaikkan tarif rata-rata sebesar 50 euro (sekitar Rp865.000) untuk rute internasional guna menutup lubang pengeluaran avtur.

Eropa dalam Siaga Satu

Kondisi fisik pasokan avtur kian mengkhawatirkan. Badan Energi Internasional (IEA) mengeluarkan peringatan bahwa cadangan avtur di Eropa saat ini berada di level kritis, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan enam minggu ke depan.

Jika jalur pasokan energi tidak segera stabil, gelombang pembatalan penerbangan massal diprediksi akan mengacaukan musim liburan tahun ini.

Demi bertahan hidup, maskapai kini mulai melakukan manuver drastis untuk menyelamatkan arus kas mereka.

Rute-rute internasional yang dianggap kurang menguntungkan mulai dipangkas sedikit demi sedikit.

Air Canada, misalnya, telah menangguhkan beberapa rute lintas batas yang biaya operasionalnya tidak lagi tertutup pendapatan.

Maskapai lainnya, kini mempercepat pemensiunan pesawat tua yang boros bahan bakar.

Bagi maskapai berbiaya rendah (Low-Cost Carriers/LCC), ruang gerak semakin sempit karena margin keuntungan mereka yang sangat tipis kini nyaris habis “ditelan” harga bahan bakar.

Saat ini, dampak kenaikan harga bahan bakar mulai menyentuh berbagai bidang. Penerbangan adalah salah satunya, yang pada akhirnya menimbulkan beban tambahan bagi para penumpang. Gara-gara perang. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *