Serangan rudal Rusia hantam pangkalan udara Ukraina, jet tempur F-16 dan Mirage dilaporkan hancur

F-16 dan Mirage 2000-5Istimewa

AIRSPACE REVIEW – Sejumlah pesawat tempur Ukraina bantuan dari Barat, termasuk jet F-16 dan Mirage, dilaporkan hancur akibat serangan rudal yang menargetkan sebuah pangkalan udara di wilayah Ukraina Tengah.

Kabar ini pertama kali disampaikan oleh Sergei Lebedev, koordinator jaringan bawah tanah pro-Rusia di Nikolayev, kepada kantor berita Sputnik.

Menurut Lebedev, serangan tersebut menghantam pangkalan udara Dolgintsevo yang terletak di wilayah Kirovograd.

“Lapangan terbang di wilayah Kirovograd telah diserang: beberapa pesawat tempur F-16 dan Mirage hancur total,” ujar Lebedev pada Kamis, (18/4).

Lebih lanjut, Lebedev mengklaim bahwa pangkalan udara tersebut tidak hanya menyimpan alutsista, tetapi juga menjadi markas bagi personel militer asing.

Ia menyebut sejumlah pilot asing turut tewas dalam serangan mendadak tersebut.

Belum Ada Konfirmasi dari Ukraina

Meskipun klaim dari pihak pro-Rusia tersebut cukup masif, hingga saat ini Kementerian Pertahanan Ukraina maupun otoritas di Kyiv belum memberikan konfirmasi resmi mengenai hilangnya jet tempur F-16 mereka dalam insiden tersebut.

Pangkalan Udara Dolgintsevo dikenal sebagai salah satu titik strategis Ukraina yang sering menjadi sasaran rudal dan drone Rusia.

Sebelumnya, citra satelit sering menunjukkan penggunaan umpan (decoy) berupa lukisan pesawat di landasan pacu untuk mengecoh serangan Rusia.

Ukraina mengoperasikan sejumlah jet tempur F-16 yang dipasok oleh negara-negara NATO seperti Belanda dan Denmark.

Kehilangan pesawat-pesawat ini, jika terbukti benar, akan menjadi pukulan telak bagi kemampuan pertahanan udara Ukraina yang sedang berupaya mengimbangi dominasi udara Rusia.

Terkait jet tempur Mirage, Prancis sebelumnya telah berjanji untuk mengirimkan tambahan Mirage 2000-5 ke Ukraina.

Ukraina telah mengoperasikan sejumlah kecil pesawat ini (2-4 unit. Batch pertama jet Mirage 2000-5 tiba di Ukraina dari Prancis pada awal tahun 2025

Rusia belakangan ini meningkatkan intensitas serangan ke infrastruktur pangkalan udara Ukraina.

Hal ini dilakukan guna menghancurkan armada udara Ukraina sebelum mereka sempat lepas landas atau menggunakan rudal jarak jauh seperti Storm Shadow/SCALP. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *