AIRSPACE REVIEW – Industri pertahanan Ukraina telah meluncurkan drone serang jarak jauh Sichen pada 13 April 2026 di pameran pertahanan yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri di Kyiv.
Dirancang untuk serangan presisi terhadap target di belakang garis pertahanan Rusia, Sichen dioptimalkan untuk operasi siang dan malam dalam kondisi peperangan elektronik (EW) berat sekalipun.
Drone dengan berat lepas landas maksimum (MTOW) 140 kg ini, memiliki jangkauan maksimum 1.400 km dan membawa muatan hulu ledak 40 kg.
Sichen dapat disiapkan dalam waktu 15 menit saja hingga peluncurannya. Drone dapat terbang hingga ketinggian 1.500 m dengan kecepatan jelajah 200 km/jam.
Yang menarik, secara tampilan desain Sichen mirip dengan drone kamikaze Geran-2 (Shahed-136 versi Rusia), sama-sama mengadopsi sayap delta dan mesin model pusher.
Kemampuan Sichen juga tak berbeda jauh dengan Geran-2 yang memiliki berat lepas landas maksimum 200 kg, jangkauan operasi 1.500-2.000 km, hulu ledak 40 kg, dan kecepatan 185 km/jam
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiha mengatakan pada pameran tersebut, bahwa Ukraina kini melakukan hingga 95 persen serangan jarak jauhnya dengan senjata buatan sendiri, termasuk dengan hadirnya Sichen.
Kombinasi jangkauan dan desain hulu ledak modularnya, menempatkan Sichen sebagai alternatif senjata serang presisi jarak jauh yang efisien, di saat rudal jelajah langka dan berbiaya mahal. (RBS)
