AIRSPACE REVIEW – Kapal penyapu ranjau pesisir (reidovyi tralshhik) veteran milik Armada Baltik Rusia, Vasily Polyakov, berhasil melaksanakan misi berbahaya dengan menerjang dan menetralisir barikade ranjau musuh dalam latihan tempur.
Kapal yang memiliki nilai historis tinggi karena diserahkan ke Angkatan Laut Rusia sesaat setelah runtuhnya Uni Soviet ini, membuktikan bahwa meskipun usianya sudah tidak muda, tetap menjadi instrumen vital dalam menjaga keamanan jalur pelayaran di wilayah Baltik.
Media Rusia memberitakan, dalam latihan militer yang digelar Rusia baru-baru ini, gugus tugas kapal perang Rusia menghadapi ancaman ranjau laut yang ditebar oleh pihak lawan untuk memblokir akses keluar-masuk pelabuhan strategis.
Dengan menggunakan peralatan sonar khusus, awak kapal Vasily Polyakov berhasil mendeteksi keberadaan ranjau dasar dan ranjau jangkar.
Kapal kemudian menggunakan berbagai jenis trawl (pukat) penyapu ranjau untuk memicu ledakan terkontrol atau memutus rantai jangkar ranjau sehingga dapat dihancurkan di permukaan menggunakan artileri ringan.
Setelah jalur dinyatakan aman (clear), kapal tersebut memandu konvoi kapal perang lainnya melewati koridor sempit yang telah disapu.
Vasily Polyakov merupakan salah satu kapal yang tetap bertahan dalam jajaran kedinasan aktif sejak masa transisi pasca-Soviet.
Ketangguhannya dalam latihan kali ini menunjukkan perawatan intensif dan profesionalisme awak kapal dalam mengoperasikan alutsista warisan era Perang Dingin yang telah dimodernisasi secara bertahap.
Latihan militer Rusia dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas militer di kawasan Laut Baltik.
Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa kemampuan penanggulangan ranjau (Mine Countermeasures/MCM) adalah prioritas utama untuk memastikan navigasi sipil dan militer tetap aman dari segala bentuk sabotase bawah air.
“Keberhasilan Vasily Polyakov hari ini menunjukkan bahwa pengalaman puluhan tahun dipadukan dengan taktik modern adalah kunci kemenangan di medan laut,” ujar perwakilan dari layanan pers Armada Baltik, kemarin.
Project 10750 Lida-class
Kapal penyapu ranjau Vasily Polyakov merupakan bagian dari Project 10750, yang dikenal dalam klasifikasi NATO sebagai Lida-class.
Kapal ini dirancang khusus untuk operasi penyapuan ranjau di perairan dangkal, pintu masuk pelabuhan, dan sungai.
Kapal dengan panjang 31,5 m dan lebar 6,5 m ini memiliki bobot benaman 131 hingga 135 ton dengan beban penuh.
Kapal ditenagai tiga unit mesin diesel 3D12M, masing-masing bertenaga 300 hp, serta 3 unit propeler fixed pitch.
Kecepatan maksimum berada di angka 12 knot (sekitar 22 km/jam) dan kemampuan jelajah hingga 400 mil laut pada kecepatan ekonomis 10 knot.
Meskipun fungsi utamanya bukan bertempur langsung, kapal ini dilengkapi senjata untuk pertahanan diri, meliputi satu senjata laras dekat (CIWS) enam laras kaliber 30 mm AK-306, dua peluncur rudal panggul (MANPADS) sistem 9K310 Igla-1 atau Strela-2., dan hingga 4 unit ranjau laut jika diperlukan.
Kapal kelas Lida menggunakan material lambung fiberglass dengan tanda fisik (magnetik dan akustik) yang sangat rendah untuk menghindari pemicuan ranjau sensitif.
Peralatannya utamanya meliputi sonar Kabarga-A1 (MG-99A1) untuk mendeteksi kontak bawah air, GKT-3-MO (Contact sweep) untuk memutus rantai ranjau jangkar, AT-6 (acoustic sweep) untuk memicu ranjau akustik, dan SEMT-1 (electromagnetic sweep) untuk menghadapi ranjau magnetik.
Untuk sistem penghancur, kapal dengan awak 14 personel ini dikengkapi dengan kabel peledak (detonation cord) sepanjang 2 x 200 m dan robot pencari/penghancur ranjau seperti KIU-1 Luch atau KIU-2M Anakonda. (RNS)

