AIRSPACE REVIEW – Perusahaan eksportir senjata negara Rusia, Rosoboronexport (bagian dari Rostec State Corporation), bersiap mempromosikan teknologi militer mutakhirnya di ajang Defence Services Asia (DSA) 2026.
Pameran pertahanan internasional bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 23 April 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Dalam partisipasinya kali ini, Rusia membawa misi untuk mempererat kerja sama teknis-militer dengan Malaysia dan negara-negara mitra di kawasan Asia-Pasifik melalui produk-produk yang telah teruji di medan tempur nyata (battle-proven).
Sorotan utama pada stan Rosoboronexport adalah Su-57E, jet tempur multiperan generasi kelima.
Pesawat ini menonjol karena kemampuannya beroperasi di lingkungan dengan pertahanan udara yang ketat serta gangguan elektronik (ECM) yang masif.
Direktur Jenderal Rosoboronexport, Alexander Mikheev, menyatakan optimisme tinggi terhadap kerja sama bilateral dengan Malaysia.
“Kami siap untuk terus melengkapi Angkatan Bersenjata Malaysia dengan sistem paling canggih guna memperkuat kedaulatan nasional. Su-57E merupakan opsi modernisasi yang sangat baik bagi Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF), mengingat pesawat ini berbagi sejumlah sistem dan persenjataan yang serupa dengan armada Su-30MKM yang sudah mereka miliki,” ujar Mikheev.
Selain jet tempur, Rusia juga memamerkan keunggulan mereka di sektor pesawat tanpa awak (UAV), drone serang dan intai Lancet-E dan KUB-2E. Kemudian drone multifungsi Orlan-10E dan Orlan-30 yang yang telah digunakan oleh lebih dari 20 negara, serta drone pengintai jarak pendek Supercam S350 (S350M-E).
Tidak hanya fokus pada alat utama sistem senjata (alutsista) berat, Rosoboronexport juga akan memamerkan senjata ringan terbaru dari Kalashnikov, termasuk senapan serbu seri AK-15, AK-19, dan AK-308, senapan ringan RPL-20, senapan runduk Chukavin SVCh, dan pistol Lebedev 9 mm.
Untuk pertama kalinya di zona keamanan siber, Rusia akan meluncurkan Echo, sebuah solusi pertahanan untuk menangkal serangan siber modern.
Selain itu, berbagai peralatan deteksi bahan peledak, narkotika, dan agen biologi berbahaya juga turut dipamerkan untuk kebutuhan keamanan fasilitas umum dan objek vital.
Selama pameran DSA 2026, delegasi Rusia dijadwalkan melakukan serangkaian pertemuan dengan Kementerian Pertahanan dan lembaga penegak hukum dari Malaysia serta negara-negara sahabat di kawasan Asia-Pasifik.
Fokus utamanya adalah ekspansi proyek kerja sama teknologi pertahanan yang melibatkan perusahaan publik maupun swasta. (RNS)

