AIRSPACE REVIEW – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tampil di depan publik dengan rudal permukaan ke udara (SAM) baru buatan lokal.
Rudal baru yang dipajang di belakang presiden tersebut berjejer bersama sistem senjata lainnya yang dikembangkan selama perang skala penuh dengan Rusia, termasuk roket berpemandu Vilkha, rudal jelajah Neptune, dan rudal Areion.
Berdasarkan penampilan luarnya dan model yang telah diungkapkan sebelumnya, rudal tersebut diyakini sebagai sampel rudal Koral, salah satu proyek rahasia industri pertahanan Ukraina.
Ukraina sendiri belum merilis detail teknis, angka jangkauan, atau nama sistem rudal pertahanan udara tersebut.
Diperkirakan, rudal dikembangkan menggunakan komponen yang sudah mapan, termasuk motor, kepala pencari target, sistem navigasi inersia, dan pemicu jarak dekat radio atau laser tanpa kontak.
Penggunaan komponen yang sudah tersedia ini dapat mempersingkat jangka waktu pengembangan dan mengurangi risiko teknis dibandingkan dengan membangun rudal sepenuhnya dari awal.
Namun belum diungkapkan apakah rudal tersebut telah menyelesaikan uji tembak langsung atau telah digunakan oleh unit militer Ukraina.
Kehadiran rudal baru ini dimaksudkan untuk menggantikan sistem rudal pertahanan udara era Uni Soviet yang tua dan masih digunakan oleh Ukraina, termasuk Buk dan S-300PT.
Jangkauan tembaknya diperkirakan antara 30 hingga 50 km, yang menempatkannya sebagai kategori rudal pertahanan udara jarak menengah.
Sistem ini dapat diandalkan untuk melindungi formasi militer, infrastruktur penting, pangkalan udara, dan stasiun radar, dari serangan rudal jelajah, pesawat tempur dan drone lawan.
Debutnya bersama sistem rudal buatan dalam negeri lainnya, menandakan upaya berkelanjutan Ukraina untuk memodernisasi persenjataannya secara mandiri, tidak lagi bergantung penuh pada pasokan sekutu Baratnya. (RBS)

