AS perlakukan rudal hipersonik konvensional Dark Eagle seperti mengendalikan senjata nuklirnya

Rudal hipersonik jarak jauh Dark Eagle ASUS Army

AIRSPACE REVIEW – Amerika Serikat kini mengendalikan rudal hipersonik jarak jauh (LRHW) baru Dark Eagle dengan cara yang mirip dengan senjata nuklir.

Artinya, hanya para pemimpin nasional tertinggi yang dapat menyetujui penggunaannya, bukan komandan medan perang.

Meskipun sebenarnya merupakan senjata konvensional, Dark Eagle diperlakukan sebagai senjata tingkat strategis yang terintegrasi ke dalam rantai komando bergaya nuklir.

Unit operasional seperti Gugus Tugas Multi Domain Angkatan Darat AS akan melaksanakan peluncuran, tetapi persetujuan serangan mengikuti rantai dari kepemimpinan nasional ke USSTRATCOM dan kemudian ke unit lapangan.

Restrukturisasi ini menyelaraskan Dark Eagle dengan arsitektur pencegahan strategis, memastikan penggunaannya mendukung penargetan bernilai tinggi dan sensitif waktu, serta memperkuat kesiapan serangan global yang cepat tanpa eskalasi nuklir.

Struktur ini mencerminkan prosedur yang serupa digunakan untuk sistem serangan antarbenua, seperti LGM-30G Minuteman III dan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam yang ditempatkan pada kapal selam kelas Ohio, di mana otorisasi dipertahankan pada tingkat tertinggi.

Oleh karena itu, unit operasional, termasuk yang berbasis di Joint Base Lewis-McChord, tidak memiliki wewenang independen untuk meluncurkan rudal Dark Eagle tanpa persetujuan yang lebih tinggi.

Dengan kontrol terpusat juga memungkinkan koordinasi dengan kemampuan strategis lainnya, termasuk pertahanan rudal dan jaringan pengawasan global.

Mengenai Dark Eagle, merupakan rudal hipersonik jarak jauh yang terdiri dari pendorong berbahan bakar padat dua tahap, dengan jangkauan tembak antara 2.700 dan 3.500 km dan meluncur dengan kecepatan melebihi 5 Mach.

Waktu tempuh menuju target diperkirakan antara 15 dan 20 menit pada jangkauan maksimum, mengurangi waktu respons dibandingkan dengan alternatif subsonik atau balistik.

Muatan bersifat konvensional, menggabungkan dampak kinetik dengan hulu ledak kecil yang diperkirakan di bawah 14 kg.

Meskipun muatannya tampak terbatas, namun pada kecepatan 5 Mach, energi tumbukan yang dihasilkan setara dengan sekitar 700 kg TNT, sanggup menghancurkan target secara kuat namun dampaknya tidak melebar. (RBS)

0 Replies to “AS perlakukan rudal hipersonik konvensional Dark Eagle seperti mengendalikan senjata nuklirnya”

  1. Harganya mahal kalahin tomahwak patriot jd biar g boncos pemakaian hati2 🤣 ato itu muatan bom nya bukan konvensional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *