AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Amerika Serikat secara resmi telah memberikan izin integrasi rudal udara ke udara jarak menengah AIM-120 AMRAAM untuk jet tempur ringan FA-50PL Angkatan Udara Polandia.
Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam upaya Polandia memperkuat pertahanan udara di sayap timur NATO.
Persetujuan ini dikonfirmasi oleh Inspektur Angkatan Udara Polandia, Jenderal Ireneusz Nowak.
Dengan izin tersebut, varian AIM-120C (termasuk sub-varian C-5, C-7, dan C-8) kini dapat dipasang pada armada FA-50PL yang sedang dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI) khusus untuk spesifikasi Polandia.
Sebelum adanya keputusan ini, jet tempur FA-50 hanya terbatas pada penggunaan rudal jarak pendek seperti AIM-9X Sidewinder.
Integrasi AMRAAM memberikan kemampuan “tembak dan lupakan” (fire-and-forget) serta jangkauan serang melampaui cakrawala (Beyond Visual Range/BVR).
Rudal yang akan digunakan adalah tipe yang sama dengan yang saat ini dioperasikan oleh armada F-16 C/D Block 52+ dan F-35A “Husarz” milik Polandia.
Penambahan rudal ini mengubah status FA-50PL dari pesawat pendukung menjadi platform tempur multiperan yang mampu menghadapi ancaman udara modern secara mandiri.
Meski lampu hijau politik telah didapat, proses integrasi teknis masih memerlukan waktu. Berdasarkan revisi jadwal terbaru antara Badan Persenjataan Polandia dan KAI:
Batch pertama dari 36 unit FA-50PL dijadwalkan tiba di Polandia mulai pertengahan 2027 dan seluruh unit diharapkan selesai dikirim pada awal 2029.
Saat ini, 12 unit pertama versi FA-50GF (Gap Filler) yang sudah beroperasi masih memiliki keterbatasan persenjataan dan nantinya akan ditingkatkan ke standar PL.
Langkah ini merupakan bagian dari belanja militer besar-besaran Polandia yang mengalokasikan sekitar 4% dari PDB untuk pertahanan.
Selain AMRAAM, Polandia juga tengah menjajaki integrasi senjata presisi udara-ke-darat lainnya seperti rudal anti-tank Brimstone dan rudal jelajah ringan Barracuda 500 untuk melengkapi persenjataan FA-50PL di masa depan.
Nilai total paket penjualan rudal AMRAAM ke Polandia diperkirakan mencapai1,33 miliar USD, mencakup 400 unit rudal beserta peralatan pendukung dan logistiknya. (RNS)

