AIRSPACE REVIEW – Raksasa pertahanan Rusia, Uralvagonzavod (UVZ), resmi mengumumkan keberhasilan besar dalam memperkuat lini pertahanan utara mereka.
Hanya dalam kurun waktu satu tahun, perusahaan telah menyelesaikan produksi 30 unit kendaraan segala medan dua bagian (articulated) Vityaz yang berbasis sasis legendaris DT-30PM.
Kendaraan raksasa ini bukan sekadar alat transportasi biasa, melainkan tulang punggung bagi sistem pertahanan udara mematikan, Pantsir-SA, yang dirancang khusus untuk mendominasi medan ekstrem Arktik.
Sasis DT-30PM, yang dijuluki Vsezdesushchiy (Si Mahahadir), merupakan keajaiban teknik untuk medan tersulit di bumi.
Dengan desain dua bagian yang unik, kendaraan ini mampu menghasilkan tekanan tanah yang sangat rendah sehingga tidak tenggelam di salju sedalam apa pun atau rawa yang paling berlumpur.
Kendaraan juga mampu menyeberangi sungai dan perairan tanpa persiapan teknis khusus dan beroperasi penuh meski suhu anjlok hingga -50°C.
Menariknya, produksi massal kali ini tidak hanya melulu soal militer.
Proyek ini terintegrasi dengan pengembangan infrastruktur strategis di wilayah Utara, termasuk mendukung logistik untuk proyek energi raksasa “Power of Siberia”.
UVZ memberikan sentuhan multifungsi pada unit-unit terbaru ini, yakni melengkapinya sebagai bengkel berjalan kelengkapan peralatan las, penggalian, dan alat angkat (crane).
Kendaraan juga mampu mengangkut beban berat dengan panjang hingga 10 meter ke wilayah yang sama sekali tidak memiliki akses jalan.
Integrasi sasis Vityaz dengan sistem Pantsir-SA (dan juga Tor-M2DT) menciptakan predator puncak di wilayah kutub.
Tanpa roda konvensional yang sering selip, Pantsir-SA kini bisa ditempatkan di titik-titik paling terpencil untuk menjaga kedaulatan wilayah udara Arktik dari ancaman drone maupun rudal lawan.
“Penyelesaian pesanan negara ini tepat waktu di tahun 2025 membuktikan bahwa industri pertahanan kita mampu beradaptasi dengan kebutuhan logistik tersulit di dunia,” tulis laporan resmi.
Langkah ini menunjukkan fokus serius Rusia dalam mengamankan jalur pelayaran Utara dan sumber daya energi di Arktik.
Dengan 30 unit baru, mobilitas sistem pertahanan udara mereka kini melonjak drastis, mengubah lanskap strategi pertahanan di wilayah kutub. (RNS)
